Sukses

Media Sosial Bisa Bikin Seseorang Boros

Liputan6.com, Jakarta - Media sosial termasuk industri bernilai miliaran dolar Amerika Serikat (AS). Lewat media sosial orang biasa dapat menjadi orang terkenal. Perusahaan pun juga memanfaatkan media sosial untuk promosi dan pemasaran.

Media sosial begitu beragam tersebut meningkatkan hubungan kehidupan seseorang namun secara online. Lewat media sosial tersebut kadang pendapat seseorang menjadi penting.

Akan tetapi, bagaimana jika sesuatu yang di-sharing dan diunggah di media sosial itu punya sisi negatif? Salah satunya mengetahui bagaimana cara mengetahui apakah media sosial menyebabkan Anda mengeluarkan terlalu banyak uang?

Berikut ini sejumlah pertanyaan untuk menentukan apakah tingkat konsumsi Anda dalam menghabiskan uang disebabkan oleh media sosial?

1. Apakah Anda terus-menerus memeriksa untuk melihat apa yang dibeli teman Anda?
2. Apakah Anda menghabiskan lebih banyak waktu daripada yang biasanya di media sosial?
3. Apakah Anda merasa cemas, cemburu, dan tidak puas dengan kehidupan setelah memeriksa media sosial?

Mengutip laman USA Today, Sabtu (10/6/2017), bila dulu hanya tetangga dan teman serta sejumlah orang yang mencoba Anda ikuti dan "kalahkan". Sekarang semua orang bahkan di media sosial mengunggah, misalnya liburan mewahnya, merombak dapurnya menjadi lebih baik menjadi perhatian. Meski orang tersebut tidak Anda "kenal" baik, tetapi hanya diikuti lewat media sosial, hal tersebut dapat membuat Anda iri.

Ini mungkin bukan pilihan sadar, Anda mungkin terlalu banyak mengeluarkan uang hanya untuk mengikuti seseorang dan memamerkan penampilan. Contohnya Anda belanja secara royal hanya gara-gara melihat unggahan foto di media sosial, antara lain tas bermerek dan sofa mahal. Sedangkan harga barang mewah itu jauh dari anggaran Anda.

Anda pun mungkin tidak memikirkan apa-apa saat membelinya karena ada kartu kredit dan pembiayaan lainnya. Namun, Anda dapat masalah bila melewatkan pembayaran apa pun karena ada bunga kartu kredit.

Selain itu, Anda juga membayangkan dan melihat semua orang tampak sempurna di media sosial. Anda pun merasa kenapa hidup Anda tidak seperti itu, dan berpikir tidak adil. Ini pun bisa memicu untuk belanja royal, dan memamerkan lewat media sosial. Anda pun tidak menabung untuk anggaran darurat. Akhirnya Anda pun tidak memiliki apa-apa selain unggahan keren di media sosial lain.

Sebenarnya Anda tidak tahu segalanya di unggahan foto sejumlah orang di media. Bisa saja keuangan mereka dalam kondisi lebih buruk daripada kondisi Anda. Anda hanya bisa melihat topeng dan permukaan seseorang. Jadi, mungkin saatnya untuk melihat lebih dalam lagi dan membeli barang berdasarkan kebutuhan bukan keinginan.