Sukses

Harga Emas Turun Dipicu Kenaikan Harga Minyak dan Saham

Liputan6.com, New York - Harga emas jatuh dipicu kenaikan harga minyak dan pasar saham dunia serta harapan tentang langkah pelonggaran moneter lebih lanjut oleh Bank Sentral Eropa. Ini mendorong beberapa investor mengambil keuntungan, setelah harga logam mulia ini naik ke posisi tertinggi dalam 13 bulan pada pekan lalu.

Melansir laman Reuters, harga spot emas turun 0,6 persen menjadi US$ 1.252,68 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman April susut 0,4 persen pada posisi US$ 1.257,40 per ounce.


"Beberapa investor mulai berhenti membeli, dalam hal mencoba untuk mencari tahu apakah harga akan terus rally atau jika ada hal-hal yang mulai berubah," kata Brad Sanderson, Wakil Presiden Komoditas Cohen & Steers di New York.

Pasar, kata dia, secara perlahan mencoba untuk memutuskan melihat terjadinya perubahan secara global. "Dan Kalaupun (mereka) perlu mengambil dan dapat membeli kembali dengan harga lebih murah," jelas dia.

Analis Commerzbank, Carsten Fritsch mengatakan harga emas sedang terbebani kombinasi penguatan dolar, kenaikan pasar saham dan meningkatnya imbal hasil obligasi. "Ini tampaknya telah memicu aksi profit taking," dia menambahkan.

"Jika bank tidak memenuhi ekspektasi pasar, euro akan melemah dan dolar harus memperkuat, jadi kita harus melihat dolar dan emas teruji dari sisi negatifnya," kata analis Societe Generale Robin Bhar.

Pasar juga menunggu pertemuan Federal Reserve AS pekan depan. Tahun lalu, pertemuan ini dipandang sebagai peluang kemungkinan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga. Namun, kekhawatiran atas stabilitas ekonomi global dan sinyal campuran dari data AS merevisi harapan.

Emas cenderung tertekan oleh kenaikan suku bunga AS. The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade di bulan Desember.(Nrm/Ndw)