Liputan6.com, Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ikut prihatin dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang nyaris menyentuh Rp 13.200. Lembaga pimpinan Harry Azhar ini menilai pemerintah dan Bank Indonesia (BI) lepas tangan dalam kondisi ini.
"Itu urusan fiskal ya. Tapi kalau dibiarkan seperti ini (melemah terus), berarti pemerintah tidak terlalu care menurut saya," ujar Ketua BPK, Harry Azhar usai menemui pimpinan KPK, di kantornya, Jakarta, Rabu (11/3/2015).
BPK, sambung dia, sedang memeriksa laporan ikhtisar keuangan di semester II 2014 atau periode Juni sampai Desember tahun lalu. Serta menyusun pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) untuk diserahkan ke parlemen dan Presiden. "Apa saja yang akan menjadi kelemahan dan temuannya," kata Harry.
Sebelumnya, Harry mengungkapkan, kedatangan para pimpinan KPK ke BPK, salah satunya untuk menyerahkan laporan keuangan tahun 2014. Laporan keuangan ini menjadi bagian dari hasil pemeriksaan BPK.
"Tim pemeriksa akan me-review laporan keuangan itu. Dan diharapkan laporan keuangan KPK tahun 2014 akan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)," ungkap dia.
Harry menambahkan, selama ini laporan keuangan KPK telah mencapai tingkat tertinggi, yakni WTP. Itu artinya, dia menyebut, KPK telah mengelola keuangan negara dengan sangat baik sehingga pantas meraih prestasi tersebut.
Data valuta asing Bloomberg, menunjukkan nilai tukar rupiah dibuka melemah cukup parah ke level 13.196 per dolar AS. Nilai tukar rupiah tercatat melemah 0,57 persen ke level 13.168 per dolar AS pada perdagangan pukul 8:56 waktu Jakarta. Masih di awal sesi perdagangan, nilai tukar rupiah masih berfluktuasi melemah di kisaran 13.145-13.198 per dolar AS.
Ekonom Standard Chartered Bank Indonesia, Eric Alexander Sugandi menjelaskan, data tenaga kerja AS pekan lalu yang melampaui ekspektasi memang menjadi sinyal baik bagi perekonomian AS dan mengirim dolar ke level yang lebih tinggi.
Bersama negara-negara berkembang lain, rupiah ikut terkena imbasnya. "Ini lebih karena faktor global, data ekonomi AS yang sangat positif. Bukan cuma rupiah saja yang melemah, tapi mata uang di negara berkembang lain juga ikut tertekan," terangnya. (Fik/Ndw)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388810/original/006254700_1793683157-Screenshot_2026-11-03_115910.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/682092/original/kurs-rupiah-turun.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383728/original/009346600_1793096528-IMG_20261027_133251_246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383320/original/033644300_1793081994-IMG-20261027-WA0055.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379140/original/093840000_1792575963-5782ab4d-a742-4110-8147-610142740a1c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375572/original/070570000_1792160161-WhatsApp_Image_2026-10-16_at_20.58.36.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375577/original/015635200_1792160827-1cede96f-ee9b-4ef6-a4cf-5ca6f611bc44.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371699/original/092351200_1791800032-3b516913-3fbe-434d-88d6-536053a381c6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1097049/original/004590600_1451399529-20151229-BPK-RI-YR-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1097050/original/024845800_1451399636-20151229-BPK-RI-YR-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)