4 Resep Pernikahan Bahagia Menurut Para Ahli

Seorang ahli membocorkan resep pernikahan bahagia untuk pasangan calon pengantin yang segera akan membina kehidupan baru.

oleh Liputan6 diperbarui 06 Okt 2016, 06:30 WIB
Resep pernikahan bahagia untuk pasangan calon pengantin yang segera akan membina kehidupan baru.

Liputan6.com, Jakarta Sering terlibat dalam beberapa kasus perceraian selebriti, membuat Hendarsam Marantoko, SH, yang juga merupakan anggota tim pengacara Minola Sebayang, dapat menyatakan konsep hidup rumah tangga yang bahagia memiliki tolak ukur yang berbeda-beda. Namun menurutnya pula, satu hal utama yang harus dimiliki pasangan suami-istri dalam pernikahan adalah adanya visi dan tujuan yang sama dalam memandang hidup. Tak hanya itu, sang ahli pun kini membocorkan resep pernikahan bahagia untuk pasangan calon pengantin yang segera akan membina kehidupan baru.

1. Komunikasi
Pada dasarnya, jika dalam sebuah pernikahan pasangan suami-istri dapat mengakomodir keinginan masing-masing dengan baik, maka kelangsungan hidup rumah tangga pun akan berjalan dengan baik. Namun masalah yang terjadi justru tak sedikit pasangan yang tidak mampu mengutarakan dan mengkomunikasikan keinginannya dengan baik. Misalnya ada individu yang selalu ingin melibatkan keluarga besar, sementara pasangannya ingin mengurus semua masalah sendiri, maka jika tidak adanya pola komunikasi yang baik, masalah yang timbul di kemudian hari akan menjadi lebih besar dan melibatkan orang lain dalam rumah tangga. Untuk itu, sebaiknya calon pengantin mempelajari dan mencari tahu seperti apa cara berkomunikasi yang tepat dengan pasangannya, baik secara verbal maupun non-verbal.

2. Kasih Sayang
Kebanyakan pasangan menikah karena alasan saling mencintai, padahal sekadar cinta saja tidak cukup untuk membangun rumah tangga yang bahagia. Butuh rasa kasih sayang yang lebih dari mendalam dan berkelanjutan daripada cinta dan gairah sesaat. Rumah tangga yang harmonis akan tercipta ketika pasangan suami istri saling memiliki kelembutan hati dan ketulusan cinta, dibandingkan dengan rasa cinta dan nafsu yang menuntut timbal balik atau dapat menimbulkan rasa posesif, serta cemburu yang tidak wajar. Berusahalah menjadi pasangan yang saling mendukung dan mengisi bahkan di saat sulit sekalipun.

3. Kemampuan Ekonomi
Topik ekonomi dan keuangan mungkin bisa menjadi hal yang sensitif bagi Anda dan pasangan. Karenanya, sebaiknya tema ini mulai dibicarakan saat pertama memutuskan dan merencanakan untuk menikah. Bersikaplah terbuka dengan orang yang akan Anda nikahi dan jangan sungkan untuk saling berbagi tentang prinsip-prinsip yang Anda miliki dalam memandang masalah keuangan. Hindari mengikat janji sebelum prinsip Anda dan pasangan bertemu dalam titik yang sama, karena hanya akan membuat masalah baru di kemudian hari.

4. Kehidupan Seksual
Hubungan yang intim antar suami dan istri tidak hanya menyangkut hubungan fisik, namun juga cara penyaluran cinta dalam bentuk yang lebih emosional, personal dan sakral. Nikmati kehidupan seksual Anda dan utamakan hal ini agar selalu membuat Anda berdua bahagia. Utarakan keinginan dan hasrat Anda, serta hindari melihat hal ini sebagai sekadar hal rutin atau kewajiban yang harus dilakukan. Seperti cinta, kehidupan seksual yang menyenangkan juga harus terus dipelihara agar tidak merasa bosan bahkan untuk kehidupan rumah tangga dan pernikahan yang langgeng.

Bridestory.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya