Ahok Tunggu Jokowi Dilantik Jadi Presiden, Baru Terapkan Rail Bus

Rail bus atau trem bahan bakar listrik rencananya akan beroperasi di Ibukota, di jalur-jalur Transjakarta yang tak bisa dipasangi separator.

oleh Andi Muttya Keteng diperbarui 06 Agu 2014, 14:18 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Liputan6.com, Jakarta - Rail bus atau trem bahan bakar listrik rencananya akan beroperasi di Ibukota, di jalur-jalur Transjakarta yang tak dapat dipasangi separator.

Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, penerapan rail bus itu harus menunggu hingga pelantikan Gubernur DKI Joko Widodo atau Jokowi sebagai presiden. Rencananya, pelantikan presiden digelar Oktober 2014 nanti.

"Tunggu Pak Jokowi jadi presiden dulu, hehehe," ucap pria yang karib disapa Ahok itu di Balaikota Jakarta, Rabu (6/8/2014).

Sebab, untuk mematenkan jalur Transjakarta seperti layaknya jalur kereta api, perlu dilakukan revisi Undang-Undang Perhubungan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat. Karena rail bus tersebut rencananya berfungsi untuk membuka jalan bus Transjakarta.

Sehingga kendaraan roda empat maupun roda dua tidak lagi berani menerobos jalan karena rail bus itu tidak akan berhenti selain di halte.

"Sterilisasi polisi yang jamin. Kalau nggak, pakai rail bus saja. Tabrak saja orang. UU kalau ditabrak kereta kan kereta nggak salah. Kita lagi kaji," jelas Ahok.

Sebelumnya, dia mengatakan, cara mengatasi kendaraan roda 2 dan 4 yang nakal adalah dengan menerapkan rail bus. "Saya mau tanemin besi untuk rail bus. Untuk jalur sempit yang tidak bisa dibangun separator," ucap Ahok pada Jumat 4 Juli 2014 lalu.

Ahok mengatakan, rail bus itu terinspirasi dari trem bus berteknologi canggih di Spanyol. Meski memakai bahan bakar listrik, namun bus tersebut tak menggunakan kawat listrik.

Melainkan memakai sistem pengisian energi atau charge setiap berhenti di stasiun selama 20 detik hingga 3 menit. Menurutnya, per unit bus seharga Rp 20 miliar-an dapat menampung 300 penumpang. (Ans)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya