Krisis Memori Diprediksi Bertahan hingga 2030, Apple Pasrah

SK Hynix memperingatkan krisis pasokan memori bakal berlangsung hingga 2030 akibat ledakan AI. Apple bahkan harus mengalah demi mengamankan rantai pasok.

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 16:11 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Industri teknologi global dibayangi ancaman kelangkaan komponen dalam jangka panjang. SK Hynix, salah satu pemasok utama memori akses acak (random-access memory/RAM) dan memori kilat (flash memory) untuk Apple, memperingatkan bahwa krisis pasokan memori diperkirakan terus berlanjut setidaknya hingga 2030.

Mengutip laporan 9to5Mac, Jumat (30/10/2026), kondisi ketidakseimbangan pasokan ini berpotensi menjaga harga jual berbagai produk elektronik konsumen (consumer electronics) tetap melambung di pasaran.

Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi pemicu utama meroketnya lonjakan permintaan memori berkecepatan tinggi.

Di sisi lain, ekspansi kapasitas produksi memori membutuhkan proses teknis yang teramat rumit serta memakan waktu pembangunan fasilitas pabrik (fabrication plant) baru yang terbilang lama. Jurang pemisah antara permintaan yang masif dan keterbatasan pasokan inilah yang menekan harga pasar hingga beberapa tahun mendatang.

Laporan The Register menyebutkan bahwa SK Hynix telah mengamankan kontrak jangka panjang dengan 14 raksasa teknologi dunia, termasuk Apple, untuk memprioritaskan pesanan mereka.

Ke-14 perusahaan kakap tersebut diproyeksikan bakal menyerap lebih dari separuh total volume produksi SK Hynix sepanjang tahun 2027 hingga 2028, dengan beberapa di antaranya berencana memperpanjang durasi perjanjian kerja sama tersebut.

 

 
 
 

Apple Mengalah Demi Amankan Pasokan Komponen

Meski Apple dikenal memiliki posisi tawar (bargaining power) yang sangat kuat dan memegang kendali penuh dalam negosiasi rantai pasok, situasi kelangkaan memori kali ini memaksa produsen iPhone tersebut melunak.

Kontrak prioritas yang disepakati mencakup klausul mekanisme penyesuaian harga berdasarkan dinamika pasar (market-based price adjustment). Hal ini mengindikasikan bahwa Apple bersedia menanggung kenaikan harga komponen yang signifikan demi mengamankan kepastian pasokan bagi lini produknya.

Ancaman krisis rantai pasok elektronik ternyata tidak berhenti pada komponen memori saja. Laporan terbaru dari Nikkei Asia mengungkapkan bahwa papan sirkuit cetak (printed circuit board/PCB) berpotensi menjadi komponen krusial berikutnya yang mengalami kelangkaan.

Meningkatnya kompleksitas arsitektur teknologi PCB modern berimbas pada menyusutnya jumlah vendor yang mampu memproduksinya, sekaligus memperpanjang durasi waktu manufaktur.

 
 
Â