Liputan6.com, Jakarta - Indonesia masih menjadi salah satu negara tujuan investasi yang menarik bagi pelaku usaha Amerika Serikat (AS). Ketertarikan tersebut terbukti dari kunjungan delegasi 31 perusahaan AS yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council (US-ABC) Mission to Indonesia 2026.
Sejumlah perusahaan besar ikut dalam rombongan, di antaranya Boeing, ExxonMobil, Citi, Visa, Mastercard, Google, IBM, Meta, Oracle, Netflix, dan PepsiCo.
Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo menjelaskan, sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian investor AS dibahas dalam pertemuan tersebut. Mulai dari perkembangan revisi Undang-Undang Hak Cipta dan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi, pengembangan industri semikonduktor, hingga peluang Indonesia mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok global.
Advertisement
Ia menyoroti pentingnya memanfaatkan potensi strategis Indonesia untuk menarik investasi yang lebih berkualitas. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam, besarnya pasar domestik, serta posisi geografis di kawasan Indo-Pasifik menjadi modal penting bagi Indonesia.
“Indonesia memiliki modal strategis untuk menjadi bagian penting dalam rantai pasok global, mulai dari kekayaan sumber daya alam, pasar domestik yang besar, hingga posisi geografis yang strategis di kawasan Indo-Pasifik. Peluang ini perlu dimanfaatkan untuk mendorong investasi yang tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar, tetapi juga sebagai mitra produksi dan inovasi,” jelas dia dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026).
Menteri Keuangan Suahasil Nazara memaparkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kokoh. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,45 persen pada semester I-2026, disertai inflasi yang terkendali dan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tetap terjaga di tengah dinamika global.
Pemerintah juga menyampaikan berbagai peluang investasi yang dapat dijajaki perusahaan AS, terutama pada sektor-sektor prioritas pembangunan nasional.
Sektor Incaran Investor AS
Sejumlah sektor yang menjadi perhatian pemerintah antara lain swasembada pangan, swasembada energi, hilirisasi industri, serta pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Peluang juga terbuka pada pembangunan pusat data, teknologi, dan layanan kesehatan. Selain itu, transformasi digital melalui penerapan sistem perpajakan Coretax menjadi salah satu pembahasan, terutama dalam kaitannya dengan peningkatan efisiensi administrasi dan kemudahan berusaha.
Ketertarikan perusahaan-perusahaan besar AS tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat diplomasi ekonomi sekaligus menarik investasi berkualitas. Namun, minat investor perlu diikuti dengan kepastian regulasi, konsistensi kebijakan, serta kemudahan perizinan agar dapat berlanjut menjadi realisasi usaha.
Untuk diketahui, investasi AS di Indonesia pada triwulan I-III 2026 mencapai US$ 3,4 miliar. Angka tersebut meningkat dibandingkan realisasi investasi sekitar US$ 3 miliar sepanjang 2025.
Pertemuan antara pemerintah Indonesia dan delegasi US-ABC diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara.
Kerja sama tersebut tidak hanya diharapkan meningkatkan nilai investasi, tetapi juga memberikan dampak lebih luas bagi perekonomian nasional. Di antaranya melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan industri dalam negeri, transfer teknologi, percepatan hilirisasi, serta peningkatan peran Indonesia dalam rantai produksi global.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490698/original/095003200_1770021594-bea_cukai_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558081/original/096705700_1776405688-cek_fakta_-_dana_bantuan_hindu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385829/original/024402600_1793271201-Screenshot_2026-10-29_174018.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386650/original/064304100_1793354883-WhatsApp_Image_2026-10-30_at_17.01.44.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385861/original/073995800_1793274850-6276189552091271842.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509316/original/096657500_1771679235-CIO_Danatara_Pandu_Sjahrir_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384763/original/070551500_1793181619-taspen.jpg)