Harga BNB Terpukul Usai Dugaan Binance Diretas

Harga binance coin (BNB) turun 5,47% dalam 24 jam terakhir setelah dugaan peretasan di Binance.

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 17:39 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga kripto jajaran teratas bergerak di zona merah pada Jumat sore (30/10/2026) pukul 17.08 WIB. Harga bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) kompak masih di zona merah. Sementara itu, harga binance coin (BNB) memimpin penurunan usai Binance diduga kena peretasan.

Mengutip Coinmarketcap.com, harga bitcoin turun 3,26% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan ini, harga kripto kapitalisasi pasar terbesar ini anjlok 5,26%.Saat ini, harga bitcoin berada di posisi US$ 77.402 atau Rp 1,4 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.140).

Demikian juga harga Ethereum (ETH) berada di zona merah. Harga ETH melemah 4,13% dalam 24 jam terakhir. Selama tujuh hari ini, harga ETH terpangkas 7,56%. Kini, harga Ethereum berada di posisi US$ 2.220 atau Rp 40,27 juta.

Sementara itu, harga BNB anjlok 5,47% dalam 24 jam terakhir. Hal ini membawa kinerja binance coin (BNB) turun 6,23% dalam tujuh hari ini. Kini, harga BNB berada di posisi US$ 700,68 atau Rp 12,69 juta.

Menurut data CoinGlass, likuidasi aset kripto mencapai total US$ 1,55 miliar dalam 24 jam terakhir, yang melibatkan 246.482 pedagang. Angka tersebut mencakup US$ 1,34 miliar dari posisi long (posisi beli). Perintah likuidasi terbesar tercatat pada pasangan BTC/USDT di Binance, dengan nilai mencapai US$ 11,09 juta.

Penurunan pasar kripto ini terjadi bersamaan dengan peretasan besar pada Kamis di Binance, bursa mata uang kripto terbesar di dunia. Perusahaan analitik blockchain, Chainalysis, memperkirakan sekitar US$ 5,9 miliar atau Rp 107,03 triliun telah dicuri dalam insiden tersebut.

"Eksploitasi di Binance telah memperparah aksi jual di seluruh pasar, dengan BNB menjadi aset yang paling terdampak. Likuidasi sebesar US$ 1,5 miliar dalam 24 jam yang sebagian besar merupakan posisi long telah menambah tekanan terhadap BTC dan ETH," ujar analis Zeus Research, ujar Dominick John, kepada The Block.

"Pemulihan pasar bergantung pada kemampuan Binance dalam memulihkan kepercayaan terhadap keamanan bursa dan dana nasabah," John menambahkan.

 

Analis Sebut Masih Terkendali

Meski demikian, Head of Markets Laevitas, Rick Maeda berpendapat reaksi pasar terhadap peretasan Binance tampak cukup terkendali, dan penurunan harga BNB tergolong cukup moderat untuk ukuran apa yang mungkin menjadi pencurian terbesar yang pernah terjadi di sebuah bursa kripto.

"Aset dalam kustodian bursa yang mencapai US$ 144 miliar, fakta bahwa mereka mampu membayar denda sebesar US$ 4,3 miliar kepada pemerintah AS pada tahun 2024 akibat pelanggaran aturan anti-pencucian uang (AML) tanpa kendala berarti, serta respons cepat dari penyedia stablecoin seperti Tether dan Circle untuk membekukan dana lebih dari US$ 2,4 miliar semua faktor ini berkontribusi pada tidak adanya kepanikan yang meluas di industri ini," ujar Maeda.

Kepala Analis di ViaBTC, Jeff Ko menyampaikan pandangan serupa. "Menurut saya, BTC yang dicuri tidak akan memberikan tekanan jual yang signifikan," kata Ko.

"Pasar kripto secara keseluruhan memang sudah cenderung bearish, itulah sebabnya aksi jual menyebar dengan sangat cepat ke berbagai aset. Meski demikian, saya yakin Binance mampu menanggung kerugian tersebut dengan mudah," ujar dia.

 

Menanggung Kerugian Pengguna

Melalui platform X, Binance menyatakan, jumlah dana yang berhasil dibekukan pasca-peretasan mencapai sekitar US$ 3 miliar atau Rp 54,4 triliun. Salah satu CEO Binance, Yi He, juga menegaskan pihak bursa akan menanggung seluruh kerugian pengguna yang diakibatkan oleh peretasan tersebut.

CEO Coinbase, Brian Armstrong, menyatakan Coinbase berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan dukungan dalam situasi saat ini, termasuk dengan memblokir transfer yang ditujukan ke dompet-dompet yang telah disusupi.

"Momen seperti ini menuntut kerja sama dari seluruh pelaku industri," Armstrong menambahkan.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.