Akselerasi Digitalisasi UMKM, NumoFest 2026 Dorong Adopsi QRIS Tap di 9 Kota

NumoFest 2026 melibatkan lebih dari 300 pelaku UMKM di Makassar, Bandung, Tangerang, Jakarta, Solo, Palembang, Banjarmasin, Bekasi, dan Surabaya.

Diterbitkan 02 Februari 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perhelatan Nusantara Modest Fashion Festival (NumoFest) 2026 resmi berakhir setelah sukses menyambangi sembilan kota besar di Indonesia. Menutup rangkaian acara di Bekasi dan Surabaya, festival ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas desainer lokal, tetapi juga menjadi momentum krusial bagi transformasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui adopsi teknologi QRIS Tap.

Sejak dimulai pada 16 Januari 2026, NumoFest melibatkan lebih dari 300 pelaku UMKM di Makassar, Bandung, Tangerang, Jakarta, Solo, Palembang, Banjarmasin, Bekasi, dan Surabaya.

Fokus utama penyelenggaraan tahun ini adalah edukasi dan implementasi metode pembayaran non-tunai berbasis teknologi Near Field Communication (NFC) atau yang dikenal sebagai QRIS Tap.

Di Bekasi, langkah nyata digitalisasi ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Bekasi dengan PT Netzme Kreasi Indonesia. Kerja sama ini bertujuan memperkuat ekosistem pembayaran digital serta memberikan jaminan keamanan bagi pelaku industri kreatif.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menegaskan pentingnya inovasi teknologi dalam mendukung ekonomi kreatif.

"Kita menyaksikan bagaimana karya modest fashion diterjemahkan secara kreatif dan berdaya saing global. Pemerintah berkomitmen mendukung transformasi ekonomi berbasis teknologi untuk memudahkan transaksi pelaku UKM," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, Vicky Ganda Saputra, berharap NumoFest menjadi sarana sosialisasi yang efektif dalam mendorong tren positif transaksi modern.

"Kami ingin menciptakan ekosistem di mana pelaku usaha merasa nyaman dan efisien dalam menerima pembayaran non-tunai sebagai bagian dari gaya hidup bisnis masa kini," kata Vicky dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).

 

Inovasi QRIS TAP dan Soundbox Syariah

Salah satu sorotan utama dalam festival ini adalah pengenalan QRIS Soundbox Syariah (Bilal). Perangkat hasil kolaborasi Netzme dengan Hijra Bank ini dirancang khusus untuk membantu UMKM bertransformasi ke transaksi QRIS Tap dengan lebih aman.

Selama pameran, setiap gerai UMKM dilengkapi dengan perangkat ini untuk memberikan notifikasi suara secara real-time saat transaksi berhasil. Teknologi ini dinilai mampu meminimalkan kesalahan manusia dan meningkatkan kepercayaan antara penjual dan pembeli.

Selain itu, penggunaan aplikasi Luna POS turut diintegrasikan untuk mendukung manajemen transaksi yang lebih teratur.

 

Digitalisasi sebagai 'Mata Uang' Integritas

Sementara di Surabaya, Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin, menekankan bahwa digitalisasi adalah bentuk transparansi dan integritas dalam berbisnis.

Dalam talkshow bertajuk "Menata Usaha Dengan Amanah", ia menyebut kemudahan transaksi digital adalah kunci agar produk lokal bisa bersaing di kancah internasional.

"Integritas adalah digital currency yang paling berharga. Transisi UMKM perempuan di Jawa Timur yang kini akrab dengan teknologi pembayaran digital akan menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan," Arumi memungkaskan.

 

Infografis: Daftar Perusahaan yang Terpuruk di Era Digital