Samsung Siapkan Fitur Brain Health, Diklaim Bisa Deteksi Dini Demensia

Samsung dikabarkan tengah menyiapkan fitur Brain Health untuk mendeteksi gejala awal demensia. Fitur ini akan memantau pola berjalan, suara, dan tidur lewat perangkat wearable.

Diterbitkan 03 Januari 2026, 16:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Samsung kembali dikaitkan dengan inovasi di ranah kesehatan digital. Kali ini, raksasa teknologi asal Korea Selatan itu rumornya tengah menyiapkan fitur Brain Health, sebuah sistem pemantauan yang dirancang untuk mendeteksi gejala awal demensia.

Mengutip laporan SamMobile via ZDnet, Sabtu (3/1/2026), fitur tersebut akan menganalisis berbagai indikator biologis dan perilaku pengguna. Beberapa metrik disebut akan dipantau antara lain pola berjalan, perubahan suara, serta kualitas dan pola tidur.

Meski demikian, belum diketahui secara pasti perangkat apa akan mengusung fitur Brain Health. Kemungkinan penerapannya bisa melalui ponsel pintar Galaxy, smartwatch, atau smart ring belakangan juga dikembangkan Samsung.

Selain itu, perusahaan juga akan memberikan panduan pencegahan. Panduan tersebut berpotensi mencakup program latihan otak atau brain training dapat menjaga dan meningkatkan fungsi kognitif pengguna.

Media Korea Selatan, ChoSun, melaporkan pengembangan internal fitur Brain Health telah rampung. Saat ini, Samsung dikabarkan tengah memasuki tahap validasi klinis untuk memastikan akurasi dan keandalan sistem tersebut sebelum dirilis ke publik.

Langkah ini sejalan dengan strategi Samsung dalam memperluas kapabilitas perangkat wearable-nya. Sebelumnya, melalui Galaxy Watch 8, Samsung memperkenalkan sensor antioksidan yang memungkinkan pengguna mengukur kadar karotenoid di kulit hanya dengan menekan ibu jari ke bagian bawah jam tangan.

Fitur Antioxidant Index tersebut diklaim dapat membantu untuk mengukur karotenoid yang ditemukan dalam buah dan sayuran hijau dan oranye.

Selain fitur pelacak Kesehatan standar seperti pemantauan tekanan darah, EKG, dan pelacakan irama jantung tidak teratur. Samsung juga memperkenalkan fitur untuk panduan tidur dan fitur latihan lari pada smartwatch terbarunya.

Sebagai catatan, para peneliti memprediksi lebih dari 42 persen orang dewasa berusia 55 tahun ke atas berpotensi mengalami demensia. Kehadiran fitur Brain Health pun menandai pergeseran fokus perangkat kesehatan, dari sekadar mendeteksi kondisi fisik menjadi pemantauan kondisi kognitif.

Samsung Galaxy A07 5G akan Diperkuat Baterai Jumbo 6.000 mAh?

Sebelumnya, Samsung dikabarkan tengah menyiapkan pemutakhiran signifikan untuk lini ponsel Galaxy A series (rumornya adalah Samsung Galaxy A07 5G).

Fokus utama pada generasi terbaru ini tampaknya terletak pada peningkatan daya tahan baterai yang lebih mumpuni.

Berdasarkan data sertifikasi yang muncul di Brasil, sebagaimana dikutip dari Gizmochina, Minggu (28/12/2025), perangkat yang diyakini sebagai Galaxy A07 5G akan dibekali baterai berkapasitas 6.000mAh.

Jika informasi ini akurat, kapasitas tersebut merupakan peningkatan drastis dibandingkan Galaxy A07 varian 4G yang hanya mengusung baterai 5.000mAh.

Peningkatan kapasitas sebesar 1.000mAh ini dinilai sebagai langkah strategis Samsung. Sepanjang tahun 2025, Galaxy A07 tercatat sebagai salah satu model dengan volume penjualan tertinggi bagi raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut.

Nilai plusnya terletak pada brand value yang kuat dan harga kompetitif. Aspek ini tentunya menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih ponsel.

Dengan model Galaxy A07 saat ini yang sudah mampu bertahan seharian penuh, kehadiran baterai yang lebih besar pada varian 5G diprediksi akan menjadi daya tarik utama bagi konsumen di kelas menengah ke bawah.

Spesifikasi Teknis dan Performa

Meski unggul di sektor daya, Samsung tampaknya tidak melakukan perombakan besar pada sektor dapur pacu. Berikut adalah bocoran spesifikasinya:

  • Chipset: MediaTek Dimensity 6300.
  • Memori: RAM 4GB.
  • Penyimpanan: Memori internal 128GB.
  • Konektivitas: Dukungan jaringan 5G.

Konfigurasi ini tergolong familiar karena serupa dengan spesifikasi yang ditawarkan Samsung pada pendahulunya, Galaxy A06 5G.

Penggunaan chipset ini menunjukkan bahwa Samsung lebih memprioritaskan keseimbangan antara konektivitas cepat dan efisiensi energi ketimbang lonjakan performa yang ekstrem.

Menunggu Konfirmasi Resmi Samsung

Hingga saat ini, Samsung belum memberikan pernyataan resmi terkait spesifikasi, harga, maupun tanggal peluncuran perangkat tersebut. Namun, laporan dari berbagai sumber industri mengarah pada kemungkinan pengumuman resmi dalam beberapa minggu ke depan.

Di segmen entry-level, fitur-fitur mewah sering kali kalah penting dibandingkan dengan keandalan fungsi dasar.

Dengan mengombinasikan konektivitas 5G dan baterai berdaya tahan lama, Samsung tampaknya tetap konsisten pada rumusan yang selama ini berhasil memikat pasar: fungsionalitas maksimal dengan harga terjangkau.