Sukses

55 Persen Pengguna WhatsApp Aktif Setiap Hari

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan riset pasar aplikasi mobile Sensor Tower merilis laporan analisisnya mengenai aplikasi olah pesan (messaging apps). 

Mereka mendapati bahwa pada kuartal pertama 2022 (Q1 2022), lebih dari separuh (55 persen) pengguna aktif bulanan WhatsApp memakai aplikasi tersebut secara aktif setiap harinya.

Angka itu, menurut laporan Sensor Tower, naik 16 persen dari periode yang sama pada tahun 2021.

"Pengguna WhatsApp (pengguna aktif harian) mencapai persentase tertingginya di antara aplikasi teratas yang dianalisis, serta peningkatan terbesar dari tahun ke tahun di dalam kelompok ini," ujar Sensor Tower.

Invasi Rusia ke Ukraina menjadi salah satu penyebab lonjakan tersebut. Namun, tidak hanya WhatsApp, Telegram juga mengalami lonjakan pengguna aktif harian.

"Pengguna aktif bulanan Telegram yang membuka aplikasi itu setiap hari meningkat 15,5 persen, naik dari 9 persen pada Q1 2021," tutur Sensor Tower.

Setelah WhatsApp, LINE juga mengalami tren serupa. Pada Q1 2022, pengguna aktif bulanan LINE yang secara aktif memakai aplikasi itu setiap harinya meningkat menjadi 45 persen. Angka itu naik 10 persen dari 35 persen pada Q1 2021.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

WhatsApp Mau Bawa Pratinjau Link ke Status Update

Sebelumnya WhatsApp juga dikabarkan akan menggulirkan fitur baru di layanannya. Fitur yang dimaksud adalah WhatsApp membawa pratinjau link ke status update penggunanya.

Sebagaimana diketahui, saat ini ketika orang menaruh link atau tautan di status update, pengguna lain tidak bisa mengklik link tersebut.

Namun melalui update yang dilihat WABetaInfo, laporan beta terbaru untuk berbagai perangkat klien, WhatsApp tengah bekerja menghasilkan pratinjau untuk tautan, saat dibagikan sebagai status update.

Mengutip Android Police, dalam hasil screenshot di versi WhatsApp iOS, pengguna akan tetap melihat URL atau link dalam bentuk teks biasa, namun akan disertai kartu dengan gambar header (jika ada), judul situs, deskripsi, dan link.

 

3 dari 4 halaman

Selanjutnya

Fitur pratinjau link ini hanya akan dilihat oleh pengguna lain si pengguna yang menggunggah status update mengizinkan selama beberapa detik sebelum membuatnya.

Itu artinya, meski fitur tersebut dirilis resmi oleh WhatsApp, tidak semua link dalam update status akan menerima pratinjau. Pengguna pun diharapkan selalu berhati-hati dalam mengklik tautan yang dibagikan di status WhatsApp.

Sementara, pada versi desktop, pratinjau terlihat sama, hanya sedikit lebih banyak ruang kosong.

Perlu dicatat, aplikasi WhatsApp di Android telah menghasilkan beberapa bentuk pratinjau untuk tatutan dalam update status, namun tidak sedetail yang terlihat di atas.

Perubahan ini diharapkan akan datang ke Android di beberapa titik di masa mendatang.

4 dari 4 halaman

Reactions

Sebelumnya WhatsApp juga merilis fitur Reactions. Reaksi emoji atau fitur Reactions di WhatsApp baru saja resmi diluncurkan. Hal ini dikonfirmasi oleh kepala WhatsApp, Will Cathcart, dalam sebuah video di Twitter dan di blog WhatsApp.

"Kami senang mengumumkan bahwa reaksi akan datang ke WhatsApp dimulai dengan 👍❤️😂😮😢🙏 beserta semua emoji dan warna kulit yang akan datang," ujarnya saat pengumuman fitur tersebut.

Melalui fitur baru WhatsApp ini kamu akan menemukan sejumlah reaksi emoji yang intuitif. Namun sepertinya, fitur ini digulirkan secara bertahap karena tak semua pengguna langsung bisa menggunakannya.