Uni Eropa Paksa Meta Tanam AI Pihak Ketiga di WhatsApp Secara Gratis

Meta terindikasi kuat telah menyalahgunakan posisi dominannya dalam pasar aplikasi pesan instan (lewat WhatsApp) di kawasan Uni Eropa.

Diterbitkan 12 Juni 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Eropa mendesak Meta untuk membuka kembali akses bagi chatbot Artificial Intelligence (AI) pihak ketiga di dalam aplikasi WhatsApp secara gratis.

Langkah tegas ini diambil demi membendung dominasi mutlak Meta yang dinilai berpotensi mematikan iklim kompetisi di pasar AI yang tengah tumbuh pesat.

Perseteruan ini bermula sejak November 2025 ketika raksasa teknologi pimpinan Mark Zuckerberg tersebut secara sepihak memblokir seluruh chatbot AI milik pihak ketiga dari ekosistem WhatsApp.

Sebagai gantinya, Meta menyisipkan teknologi AI generatif buatan mereka sendiri langsung ke hadapan miliaran penggunanya. Langkah agresif ini pun memicu ketegangan di markas Uni Eropa (UE).

Berdasarkan rilis resmi Komisi Eropa, langkah pemblokiran oleh Meta diendus sebagai pelanggaran awal terhadap hukum antimonopoli regional. Untuk diketahui, investigasi sebenarnya telah digulirkan sejak Desember 2025.

Intervensi Darurat Demi Pasar yang Sehat

Namun, melihat laju perkembangan industri AI yang begitu masif, otoritas regulasi Eropa merasa tidak bisa tinggal diam menunggu penyelidikan selesai hingga bertahun-tahun.

"Tindakan intervensi ini sangat krusial untuk mencegah kerusakan serius dan fatal yang tidak dapat diperbaiki terhadap lanskap kompetisi di pasar digital akibat perilaku sepihak Meta," tulis Komisi Eropa dalam pernyataan resminya.

Otoritas Eropa menegaskan Meta terindikasi kuat telah menyalahgunakan posisi dominannya dalam pasar aplikasi pesan instan di kawasan Ekonomi Eropa, sebuah takhta yang setidaknya sudah mereka kuasai penuh sejak Januari 2023.

Dengan menutup akses pintu gerbang WhatsApp for Business API bagi pengembang AI lain, Meta dituding sengaja menjegal para rival agar tidak tumbuh berkembang.

 

Siasat Berbayar Meta yang Kandas

Menyadari dirinya berada dalam radar pengawasan ketat, Meta sempat melunak pada Maret lalu dengan kembali mengizinkan asisten AI kompetitor masuk ke platform mereka. Namun, kelonggaran tersebut tidak cuma-cuma, di mana Meta menerapkan tarif khusus bagi pihak ketiga yang ingin mengintegrasikan AI mereka ke WhatsApp.

Siasat komersial ini rupanya gagal mengelabui regulator. Komisi Eropa menilai kebijakan memungut biaya tersebut pada prinsipnya memiliki dampak buruk yang sama persis dengan aksi pemblokiran total sebelumnya. Kebijakan itu dianggap sengaja dirancang untuk mencekik pengembang independen secara finansial.

Melalui maklumat terbaru ini, Meta dipaksa mundur ke situasi semula sebelum Oktober 2025, masa di mana AI pihak ketiga dapat diakses di WhatsApp tanpa pungutan sepeser pun.

Ketentuan wajib gratis ini harus dipatuhi dan dipertahankan oleh Meta hingga Komisi Eropa mengeluarkan keputusan final yang mengikat terkait kasus dugaan monopoli ini.