Sukses

Kunci Startup Bisa Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 harus diakui telah berdampak di banyak sektor, termasuk pebisnis startup. Managing Director Endeavor Indonesia, Wayah Wiroto, menuturkan salah satu tantangan yang dihadapi startup di Indonesia adalah regulasi.

"Tantangan terbesarnya tentu karena perubahan pasar yang disebabkan regulasi selama pandemi. Contohnya lockdown yang membuat perilaku pasar berubah," tuturnya dalam wawancara eksklusif bersama Liputan6.com secara virtual, Senin (5/7/2021).

Dengan kondisi saat ini, perilaku pasar jelas akan berubah. Awalnya yang bisa berbelanja langsung kini harus melakukan pembelanjaan online, sehingga perusahaan harus bisa adaptasi secara cepat.

Untuk itu, Wayah mengatakan, teknologi menjadi keharusan agar startup bisa bertahan. Jadi, startup harus mampu memanfaatkan teknologi untuk mempersingkat jarak antara produsen dengan konsumen.

Selain itu, startup juga harus tetap menjalankan inovasi. "Inovasi yang harus dijalankan founder itu harus diteruskan, bukan berarti selama pandemi inovasi itu tidak dijalankan," tuturnya menjelaskan.

Lebih lanjut Wayah menuturkan, startup juga harus bisa mengantisipasi perubahan pasar, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Meski bukan hal mudah, cara ini perlu dilakukan untuk bisa melihat kesempatan di pasar.

"Startup perlu mengantisipasi perubahan pasar, even dalam tiga bulan, enam bulan hingga setahun. Ini bukan hal yang gampang dijalankan, tapi supaya bisa rebound perlu dilakukan, karena tidak ada kepastian bisnis yang diramalkan selama pandemi Covid-19," ujarnya mengakhiri pernyataan.

2 dari 3 halaman

Ini 12 Startup Terpilih untuk Endeavor ScaleUp Growth Program, Siapa Saja?

Di sisi lain, Endeavor Indonesia baru saja mengumumkan daftar nama 12 startups terpilih yang masuk ke dalam program Endeavor ScaleUp Growth.

Adapun Endeavor ScaleUp Growth Program merupakan akselerator non-dilutif untuk startup yang memiliki dampak tinggi dan paling menjanjikan di Indonesia.

12 startup yang terpilih untuk Endeavor ScaleUp Growth Program, antara lain Buttonscarves, Evermos, Feelwell, Flip, Logisly, Meyer Food, Otoklix, Pintek, Sampingan, SurveySensum, SweetEscape, dan Xurya.

Dalam program yang berjalan selama 3 bulan ini, para peserta akan mendapatkan akses ke jaringan Endeavor dan pimpinan bisnis di bidang keahlihan mereka masing-masing untuk membantu peserta mengembangkan bisnis mereka secara persoanal atau profesional.

Nantinya, peserta juga akan mendapatkan sesi mentoring 1-on-1 yang disesuaikan dengan jaringan lokal/global Endeavor, diskusi panel secara mendalam untuk mendapatkan masukkan dan wawasan baru, berdampak tinggi untuk umpan balik & wawasan baru, akses ke jaringan investor.

Hal lain yang membuat Endeavor ScaleUp Growth Program ini beda dari yang lainnya, adalah kehadiran tim Endeavor Indonesia yang didedikasikan khusus.

Menariknya, ke-12 Endeavor High-Impact Entrepreneurs ini akan dipasangkan dengan peserta SGP1 sebagai bentuk dukungan peer-to-peer selama program berlangsung bernama Endeavor Buddies. Demikian yang dikutip dari keterangan resminya, Kamis (1/7/2021).

3 dari 3 halaman

Sosok yang Menjadi Endeavor Buddies

Lebih lanjut, Endeavor Buddies itu adalah Aaron Tan (Carro), Adrian Gunadi (Investree), Vincent Iswaratioso (Dana), Achmad Zaky (Init-6), dan Kevin Osmond (Printerous).

Lainnya, ada Gibran Huzaifah (eFishery), Vikra Ijas (Kitabisa.com), Lingga Madu (Darutama), Rex Marindo (Foodizz.id), Marshall Pribadi (PrivyID), Iwan Kurniawan dan Kelvin Teo (Funding Societies).

“Misi Endeavor adalah untuk membuka kekuatan transformasional kewirausahaan dengan menyeleksi, mendukung, dan berinvestasi pada para entrepreneur terkemuka di dunia dan menyediakan mereka platform untuk pay-it-forward (berkontribusi kembali)," kata Wayah Wiroto selaku Managing Director Endeavor Indonesia.

(Dam/Isk)