Top 3 Tekno: Cover Art GTA 6 hingga Tanggal Rilis Global Oppo Reno16 Series

Cover Art GTA 6 yang baru dirilis Rockstar Games menuai perhatian para pembaca.

Diterbitkan 22 Juni 2026, 11:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cover Art GTA 6 yang baru dirilis menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Minggu (21/6/2026) kemarin.

Informasi lain yang juga populer datang dari kepastian tanggal rilis global Oppo Reno16 Series.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Cover Art GTA 6 Rilis: Pre-Order 25 Juni 2026, Berapa Harganya?

Rockstar Games akhirnya resmi memamerkan cover artwork untuk Grand Theft Auto 6 (GTA 6) sekaligus mengumumkan tanggal pembukaan pre-order yang jatuh pada 25 Juni 2026.

Pengumuman ini langsung memicu gairah sekaligus spekulasi panas di kalangan gamer global terkait harga game paling dinanti abad ini.

Diwartakan IGN, Minggu (21/6/2026), pengenalan sampul ikonik tersebut disampaikan melalui video teaser singkat berdurasi 30 detik di kanal YouTube resmi Rockstar.

Meski video ini bukanlah trailer utama berikutnya yang dinanti-nantikan publik, momentum pekan depan dipastikan menjadi babak baru bagi industri game.

Bagi para penggemar, tanggal 25 Juni bukan sekadar gerbang untuk mengamankan salinan game, melainkan hari pembuktian dari rumor harga yang beredar setahun terakhir. Banyak pihak memprediksi GTA 6 akan meluncur di angka standar baru game AAA, yakni USD 70 atau USD 80 (Rp 1,2 juta sampai Rp 1,4 jutaan).

Namun, melihat skala pengembangan yang masif dan memakan biaya fantastis, muncul spekulasi ekstrem bahwa harganya bisa menyentuh USD 100 (sekitar Rp 1,7 juta).

Kendati demikian, CEO Take-Two Interactive (induk perusahaan Rockstar), Strauss Zelnick, sempat memberikan sinyal menenangkan saat berbicara di konferensi eksekutif IICON pada April 2026.

Ia menegaskan perusahaan akan menjaga harga tetap adil dan sebanding dengan kualitas yang disajikan.

Baca selengkapnya di sini

 

2. Tanggal Rilis Global Oppo Reno16 Series Resmi Diumumkan, Ini Detailnya

Oppo akhirnya resmi mengumumkan tanggal peluncuran global untuk lini ponsel pintar terbaru mereka, Oppo Reno16 Series.

Melansir laporan terbaru, sebagaimana dikutip dari GSMArena, Minggu (21/6/2026), suksesor Reno series ini dipastikan bakal meluncur secara resmi pada 25 Juni 2026.

Untuk tahap awal, Thailand dan Spanyol dipilih sebagai dua negara pertama yang akan mencicipi ketangguhan ponsel ini, sebelum nantinya menyusul ke pasar global lain, termasuk kemungkinan besar Indonesia.

Langkah Oppo kali ini terbilang mencuri perhatian besar. Tidak tanggung-tanggung, raksasa teknologi asal Tiongkok ini menggaet girlband K-Pop yang sedang naik daun, BABYMONSTER, sebagai brand ambassador resmi mereka. Kolaborasi ini sengaja dihadirkan untuk memperkuat citra Reno16 Series yang menyasar generasi muda kreatif dan dinamis.

Bukan Oppo namanya jika tidak membawa inovasi pada sektor visual. Lini Reno16 Series kali ini mengusung bahasa desain baru yang disebut "3D Pop Planet Design".

Desain estetis yang berani dan mencolok ini terinspirasi dari visual kosmik luar angkasa. Oppo mengibaratkan setiap individu sebagai sebuah 'planet kecil dinamis', kemudian dituangkan ke dalam bentuk fisik bodi ponsel yang futuristik.

Baca selengkapnya di sini

 

3. Apakah Smartwatch Bisa Berfungsi Jika Ada Tato di Pergelangan Tangan?

Bagi sebagian orang, merogoh kocek jutaan rupiah demi sebuah smartwatch (jam tangan pintar) atau fitness tracker (pelacak kebugaran) mutakhir adalah investasi kesehatan yang sepadan.

Namun, bayangkan jika setelah membelinya, perangkat canggih tersebut justru mogok berfungsi hanya karena satu hal: tato di pergelangan tangan.

Fenomena ini bukan isapan jempol. Berbagai forum teknologi seperti Reddit dan laman dukungan pelanggan dipenuhi keluhan pengguna yang mendapati jam tangan pintar mereka mendadak "bodoh" saat bersentuhan dengan kulit bertato.

Masalah utama yang kerap muncul berkaitan dengan fitur pemantau detak jantung. Mayoritas wearable device mengandalkan teknologi berbasis cahaya yang disebut photoplethysmography (PPG)—lampu hijau yang kerap berkedip di bagian bawah jam.

Mengutip Engadget, Minggu (21/6/2026), sensor ini mendeteksi aliran darah dengan memancarkan cahaya ke dalam kulit. Sayangnya, pigmen tinta tato kerap memblokir atau memantulkan kembali cahaya tersebut, sehingga membuat pembacaan menjadi kacau atau bahkan gagal total.

Tak hanya itu, fitur wrist detection (deteksi pergelangan tangan) juga ikut terdampak. Akibat tinta tato yang tebal, sensor gagal mengenali bahwa perangkat sedang dipakai. Dampaknya menyebalkan: pengguna harus berulang kali memasukkan password atau PIN setiap kali ingin melihat layar.

Ironis memang, teknologi yang sudah mampu membaca gestur tubuh hingga menganalisis kualitas tidur ini justru 'bertekuk lutut' di hadapan sedikit tinta kulit. Para raksasa teknologi pun tidak menampik keterbatasan ini.

Baca selengkapnya di sini