Sukses

Viral Kelompok Pencuri Rampok PS5 Saat Truk Berjalan, Seperti di Film Fast and Furious

Liputan6.com, Jakarta - Sony baru saja meluncurkan konsol teranyarnya, yaitu PlayStation (PS5) di berbagai negara di dunia.

Meski jadi peluncuran konsol paling sukses milik Sony, nyatanya banyak gamer yang mengeluhkan sulit untuk mendapatkan konsol PS5 tersebut.

Karena stok yang terbatas dan harga jual konsol PS5 di pasaran masih tinggi, banyak pelaku kejahatan menargetkan untuk mencuri konsol anyar buatan Sony tersebut.

Salah satunya adalah kelompok pencuri di Inggris. Berdasarkan laporan The Times yang dikutip Rabu (9/12/2020), sejumlah truk yang membawa berbagai barang semakin banyak menjadi korban pencurian di jalanan.

Adapun barang-barang yang digondol, termasuk konsol PS5, TV, kosmetik, smartphone, dan cerutu. Saat mencuri, pelaku melakukan aksi yang dikenal sebagai rollover.

 

2 dari 3 halaman

Pelaku Curi PS5 dengan Aksi Rollover

Penampakan konsol PS5. (Doc: PlayStation)

Apa itu rollover? Saat beraksi, pelaku kejahatan menggunakan beberapa mobil yang melaju dengan menyamakan kecepatan truk layaknya di film Fast and Furious.

Saat sudah berada di belakang truk, salah seorang anggota pelaku akan keluar dari mobil (sunroof atau atap mobil yang dimodifikasi), memotong gembok pintu belakang truk, masuk dan membuang barang curian ke arah mobil.

The Times mengatakan aksi "rollover" ini telah digunakan setidaknya 27 kali tahun ini hingga September, dan meningkat dalam beberapa pekan terakhir untuk mengejar momen hari Natal.

Saking maraknya aksi pencurian berbahaya di jalan ini, pihak polisi sudah mengeluarkan peringatan terhadap perusahaan pengangkut terhadap aksi tersebut.

3 dari 3 halaman

Pria Ini Terpaksa Jual PS5 Usai Bohongi Istri

Seorang pria asal Taiwan bernama Jin Wu berbagi cerita unik ketika membeli PS5 dari seorang gamer yang ingin menjual konsol baru miliknya.

Dikutip dari IGN, Rabu (2/12/2020), Wu membeli dan bertemu langsung dengan seseorang yang ingin menjual konsol PS5 baru miliknya dengan murah daripada harga di pasaran.

"Saat menelepon dan mengabarkan sudah tiba di lokasi yang ditentukan, saya mendengar suara wanita di sisi penerima telepon. Dari obrolan, dia tidak terdengar seperti seseorang yang biasa bermain gim," jelas Wu.

(Ysl/Why)

BERANI BERUBAH: Diterpa Pandemi, Bule Jualan Mie