Sukses

Literasi Digital dan Kepedulian Jadi Kunci Penting Cegah Pencurian Data

Liputan6.com, Jakarta - Literasi digital dan kepedulian masyarakat terhadap keamanan data di internet, merupakan hal yang penting seiring semakin banyaknya penggunaan layanan digital saat ini.

Hal tersebut diungkapkan dalam acara Inspirato Sharing Session bertajuk "Bahaya di Balik Tren Pencurian Data Digital" pada sore hari ini, Senin (5/10/2020).

Dosen IT dari Universitas Gunadarma, Avinanta Tarigan, mengungkapkan salah satu cara untuk mencegah pencurian data digital yaitu dengan meningkatkan literasi digital masyarakat. Terlebih lagi, katanya, kepedulian orang-orang terhadap risiko keamanan digital berbeda, bahkan ada yang tidak peduli.

"Masyarakat harus membudayakan membaca informasi, baik itu pengguna baru ataupun sudah lama, atau yang nanti akan menggunakan internet," tutur Avin.

Pengetahuan mengenai ranah digitl merupakan hal yang sangat penting. Pasalnya, pelaku kejahatan digital saat ini dinilai semakin pintar mencari celah keamanan, tapi di sisi lain juga semakin banyak aplikasi hadir dengan keamanan yang belum maksimal.

"Kombinasi keduanya ini bikin breach, ditambah lagi agennya yaitu malware," katanya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 3 halaman

Pelanggaran HAM

Ditambahkan Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, pencurian data sendiri dinilai sebagai sebuah pelanggaran HAM. Ia pun berharap akan ada penegakan hukum yang maksimal untuk bisa mencegah pencurian data.

"Menyebarkan data itu masuk ke pelanggaran HAM. Secara prinsip dasar, HAM itu melekat ke dirinya, dan kalau dia tidak setuju, maka tidak bisa," tutur Choirul.

Selain itu, Choirul menekankan bahwa semua pihak harus peduli dengan keamanan data mereka di ranah internet. Menurutnya, jangan mudah percaya dengan informasi apa pun yang belum dipastikan kebenarannya.

"Kita di dalam digital ini harus aware, dan preventif terhadap informasi yang kita punya," jelasnya.

 

3 dari 3 halaman

Kerja Sama Semua Pihak

Lebih lanjut, Avin mengatakan, upaya mencegah pencurian data digital ini akan lebih maksimal jika melibatkan semua pihak. Pemerintah, katanya, juga harus merangkul akademisi di dunia penelitian.

Keterlibatan akademis dinilai akan berkontribusi dalam upaya untuk melihat apa yang akan terjadi ke depan, misalnya 10 tahun ke depan, dan risiko-risikonya.

"Ini PR bersama. Kalau dunia akademis ikut serta mungkin nanti akan berguna, sehingga kita bisa bersiap. Ketika ada teknologi baru, kita sudah ada RUU-nya. Sedia payung sebelum hujan," jelasnya.

(Din/Isk)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.