Sukses

TikTok Sudah Diunduh Lebih dari 2 Miliar Kali

Liputan6.com, Jakarta - TikTok kelihatannya berkembang pesat selama pandemi global Covid-19. Hal ini terbukti dengan jumlah unduhannya yang terus naik saat masyarakat dunia harus karantina di rumah masing-masing.

Perusahaan analitik Sensor Tower melaporkan, platform video kreatif tersebut telah diunduh lebih dari dua miliar kali secara global.

Mengutip laman Tech Crunch, Kamis (30/4/2020), pada kuartal ini saja, TikTok diunduh 315 juta kali baik di App Store maupun Google Play.

Jumlah unduhan TikTok pada kuartal 1 2020 ini melampaui unduhan WhatsApp yang jumlahnya 250 juta kali.

Menurut Sensor Tower, jumlah unduhan TikTok paling banyak dilakukan oleh pengguna yang ada di India, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Meski begitu, perlu dipahami jumlah unduhan 2 miliar ini tak sama dengan jumlah pengguna aktif.

"TikTok menjadi aplikasi pertama, di belakang Facebook, WhatsApp, Instagram, dan Messenger yang berhasil melampaui 2 miliar unduhan sejak 1 Januari 2014," kata pihak Sensor Tower kepada Tech Crunch.

Sejumlah aplikasi dari Google --sang pengembang Android-- seperti Gmail dan YouTube telah diunduh lebih dari 5 miliar kali. Namun, kedua aplikasi ini memang selalu terpasang langsung (pre-install) di kebanyakan smartphone dan tablet Android.

2 dari 3 halaman

Dongkrak Pendapatan

Bagi ByteDance --perusahaan induk TikTok-- tentu pencapaian ini menguntungkan. Pasalnya, jumlah pendapatan pun juga meningkat.

Apalagi menurut data, secara total, para pengguna menghabiskan sekitar USD 456,7 juta pada kuartal ini, naik dari USD 175 juta ketimbang lima bulan lalu.

Kebanyakan dari pendapatan itu diterima dari para pengguna yang ada di Tiongkok. Sementara, pengguna di Amerika Serikat membelanjakan USD 86,5 juta di TikTok, menjadikannya sebagai pasar terpenting kedua bagi TikTok. 

3 dari 3 halaman

Covid-19 Bikin Jumlah Unduhan Makin Tinggi

Seorang ahli strategi di Sensor Tower Craig Chapple mengatakan, tidak semua unduhan bersifat organik. Apalagi, TikTok yang diluncurkan di luar Tiongkok pada 2017 ini telah terlibat dalam kampanye akuisisi pengguna besar-besaran.

"Namun, wabah Covid-19 turut mendorong orang untuk mencari aplikasi baru (termasuk TikTok)," katanya.

(Tin/Ysl)