Sukses

Membidik Pesona Bintan dengan Galaxy Note 9

Liputan6.com, Bintan - Diperkenalkan pertama kali pada Agustus 2018, Samsung Galaxy Note 9 harus diakui menjadi salah satu smartphone terbaik saat ini.

Tidak hanya dari sisi spesifikasi, fitur yang dibenamkan di dalamnya juga terbilang apik.

Salah satu yang menjadi andalan adalah kemampuan kamera smartphone ini. Memiliki konfigurasi dua lensa di kamera utama, Galaxy Note 9 bertengger di nomor empat peringkat DxOMark untuk sekarang.

Sekadar informasi, kedua lensa tersebut sama-sama beresolusi 12MP dengan teknologi dual aperture, yakni /f/2.4 dan f/1.5. Kehadiran dua lensa itu berperan untuk menangkap gambar dalam beberapa kondisi pencahayaan.

Tekno Liputan6.com pun berkesempatan untuk menjajal kemampuan kamera Galaxy Note 9 saat mengunjungi Bintan, Kepulauan Riau.

Mengingat smartphone ini hadir dengan modus profesional, kami pun tidak ketinggalan menjajalnya.

Lewat modus tersebut, pengguna dapat berkreasi dengan hasil jepretan kamera Galaxy Note 9. Pengguna cukup melakukan pengaturan secara manual, mulai dari ISO hingga white balance.

Tidak jarang hasil foto yang dihasilkan bisa tampil lebih dramatis, daripada saat mengambil gambar dalam modus auto. Untuk mengetahui hasilnya, berikut ini hasil tangkapan dari kamera Galaxy Note 9.

Galaxy Note 9

Galaxy Note 9

Galaxy Note 9

2 dari 3 halaman

Hasil Foto Galaxy Note 9

Sebagai tambahan, Samsung juga menyertakan kemampuan intelligent camera di Galaxy Note 9.

Sesuai namanya, fitur ini mampu mengoptimalkan kemampuan kamera saat menangkap 20 objek dan pemandangan berbeda.

Galaxy Note 9

Galaxy Note 9

Galaxy Note 9

Galaxy Note 9

Galaxy Note 9

3 dari 3 halaman

Perekaman Video dengan Super Slow-mo di Galaxy Note 9

Serupa dengan pendahulunya, Galaxy Note 9 juga dibekali dengan fitur super slow-mo. Sesuai namanya, fitur ini melakukan perekaman super cepat dalam waktu 0,2 detik dari sekitar 6 detik dengan kecepatan 960 frame per second (fps).

Fitur super slow-motion yang ada di Galaxy Note 9 hadir dalam dua modus berbeda, yakni Auto dan Manual.

Sesuai namanya, dengan modus manual, pengguna dapat menentukan bagian video yang akan diberi efek super lambat.

Namun untuk modus ini, kami merasa diperlukan penempatan waktu atau timing harus tepat.

Sebab, pengguna harus dapat memprediksi terjadinya momen cepat sehingga hasil perekaman dapat sesuai keinginan dan apik.

Harus diakui, diperlukan waktu beberapa kali untuk mencoba opsi manual dari super slow-mo, sebelum benar-benar menguasainya.

Akan tetapi, setelah dapat menggunakannya, pengambilan video super lambat dapat dilakukan dengan mulus.

(Dam/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: