Sukses

Bose Ikut Garap Kacamata Berbasis Augmented Reality

Liputan6.com, Jakarta - Bose dikenal sebagai salah satu perusahaan kenamaan yang bergerak di bidang audio. Namun, dalam gelaran SXSW 2018, perusahaan itu ternyata mengaku telah mengembangkan perangkat keras lain, yakni berupa kacamata berbasis augmented reality (AR).

Meski merilis perangkat lain, seperti dikutip dari The Verge, Selasa (13/3/2018), kacamata ini tetap menitikberatkan pada pengalaman audio.

Berdasarkan deskripsi, kacamata dapat menambahkan informasi berbasis suara termasuk memperkaya pengalaman melihat dunia nyata.

Bose sendiri ternyata tak berencana mengembangkan satu perangkat saja. Perusahaan asal Amerika Serikat itu berencana memperluas cakupan platform bernama Bose AR besutannya ke perangkat lain.

Karena itu, Bose telah merilis software development kit (SDK) dan berinvestasi hingga US$ 50 juta untuk mengembangkan perangkat dengan Bose AR. Akan tetapi, sebagai langkah awal, Bose baru merilis sepasang kacamata yang terintegrasi dengan headphones.

Perusahaan yang berbasis di Framingham, Massachusetts, Amerika Serikat (AS) ini juga menyebut platform itu dapat dibenamkan di headphone, eyewear, helm, dan perangkat lain.

Nantinya, perangkat yang memakai Bose AR akan memanfaatkan sensor pembaca gerakan untuk kontrol dan GPS untuk mengetahui lokasi.

Lantas, seperti pengalaman seperti apa yang Bose dengan platform ini? Menurut perusahaan, platform dapat memberikan informasi bagi pengguna saat mengunjungi tempat bersejarah atau informasi saat mendeteksi perangkat ada di bandara.

Bose juga berencana menggabungkan informasi visual dengan platform AR, sehingga pengguna dapat mendapatkan informasi audio dari benda yang dilihatnya.

Perlu diketahui, mengingat platform dan perangkat Bose AR masih dalam pengembangan, butuh waktu lebih lama sebelum perangkat ini siap hadir ke tangan pengguna.

1 dari 3 halaman

Snaptacle dari Snapchat

Tren kacamata sebagai perangkat pintar memang tengah jadi andalan sejumlah perusahaan teknologi. Salah satunya ditunjukkan oleh Snapchat yang merilis Spectacles tahun lalu. 

Sebagai informasi, Spectacles merupakan perangkat keras perdana dari Snap Inc, induk perusahaan Snapchat. Perangkat ini merupakan kacamata yang berfungsi untuk merekam video selama 10 detik dengan lensa 115 degree-angle.

Namun, sambutan pasar disebut tak terlalu baik. Dari 150.000 unit yang terjual, menurut sumber, setengah dari total pengguna mulai berhenti menggunakan Spectacles. Mereka hanya memakainya selama empat minggu.

Kurangnya ketertarikan konsumen terhadap Spectacles ini menjadi bukti bahwa langkah Snap masuk ke bisnis perangkat keras itu dinilai tidak tepat. 

Perwakilan Snap Inc menolak berkomentar terkait penjualan ini. Snap sendiri menyebutkan pihaknya saat ini tengah mengembangkan pembaruan software Spectacles.

2 dari 3 halaman

Siapkan Penerus Spectacles

Kendati demikian, Snap dikabarkan masih belum menyerah dengan kacamata pintar miliknya, Spectacles. Dilansir Phone Arena, Snap sedang menyiapkan dua varian Spectacle baru.

Salah satu Spectacles tersebut akan meluncur pada tahun ini dengan sejumlah fitur baru yang tidak dimiliki pendahulunya. 

Salah satu kemampuan yang dimiliki kacamata terbaru itu adalah memiliki ketahanan terhadap air. Selain itu, juga ada peningkatan kinerja fitur dan perbaikan bug.

Untuk tahun depan, Snap akan merilis kacamata dengan upgrade jauh lebih baik daripada produk yang ada saat ini. Selain kameranya nanti bisa menyuguhkan gambar 3D, juga memiliki fitur GPS, casing kulit dan dijual seharga US$ 300.

Seperti sejumlah perusahaan teknologi lain, Snapchat juga akan fokus pada Augmented Reality (AR). Oleh karena itu, Spectacles terbaru kemungkinan memiliki fitur dengan kemampuan AR.

(Dam/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Artikel Selanjutnya
Rasakan Pengalaman Berburu Hantu di Gim Ghostbusters Besutan Sony
Artikel Selanjutnya
Lewat Teknologi AR, Hantu Sadako Bisa Keluar dari TV