Sukses

Twitter Bakal Beri Centang Biru untuk Semua Pengguna

Liputan6.com, San Francisco - Impian jutaan orang agar mendapat logo centang biru alias verified di Twitter akan dibuat menjadi kenyataan.

Jack Dorsey, CEO Twitter kabarnya bakal melanjutkan rencana yang sebenarnya sudah ia siapkan pada 2016 tersebut.

Akan tetapi, rencana ini sempat tertunda karena Twitter memberikan centang biru ke beberapa pendukung Supremasi Kulit Putih.

Dilansir dari Recode, Senin (12/3/2018), Dorsey mengutarakan niatnya untuk membuka verifikasi ke semua orang.

"(Ini) dilakukan secara berskala, jadi kami tidak campur tangan. Orang-orang dapat memverifikasi fakta-fakta tentang diri mereka, dan kami tidak harus menjadi hakim dan menunjukkan bias," ucapnya di markas Twitter.

Pada kesempatan yang sama, pihak Twitter juga meluruskan anggapan bahwa memberikan centang biru sama dengan endorsement, padahal kenyataannya tidak demikian.

"Masalah utama adalah kita menekankan pada identitas, tapi karena awalnya centang biru hanya diberikan ke figur publik, selebritas, dan lainnya, maka status itu (selebritas) tercampur dengan centang biru," ucap Davis Gasca, Direktur Produk Twitter.

"Mereka pikir centang biru adalah kredibilitas. Twitter mendukung orang tersebut (yang mendapat centang biru), Twitter (dianggap) percaya bahwa orang itu mengatakan sesuatu yang hebat dan otentik, padahal itu bukanlah tujuan dari tanda centang (biru)," lanjutnya.

Petinggi Twitter masih memikirkan cara yang tepat untuk memverifikasi semua orang, dan ketika saat itu tiba, maka semua pengguna dipastikan akan mendapat logo centang biru.

1 dari 3 halaman

Twitter Punya Bos Teknologi Baru

Belum lama ini, Twitter menunjuk Parag Agrawal untuk menempati jabatan Chief Technology Officer. Penunjukan Agrawal tersebut diumumkan di situs web perusahaan.

Dilansir Reuters, Agrawal yang bergabung dengan Twitter sebagai Ads Engineer pada 2011 menggantikan Adam Messinger. Pendahulu Agrawal tersebut memutuskan hengkang dari Twitter pada Desember 2016.

Sebelum menjalani karier di Twitter, pria lulusan Universitas Stanford ini pernah bekerja di Microsoft dan AT&T. Pihak Twitter belum memberikan pernyataan lebih lanjut tentang penunjukan Agrawal sebagai Chief Technology Officer.

Twitter merupakan salah satu media sosial populer di dunia, termasuk Indonesia. Situs microblogging ini tidak hanya digunakan untuk terhubung dengan orang lain, tapi juga sebagai platform untuk memopulerkan berbagai gerakan.

Selain itu, Twitter pun juga kerap meramaikan berbagai hari istimewa yang terjadi di dunia, termasuk hari kemerdekaan. Berbagai topik populer yang terjadi di Twitter juga kerap menyita perhatian banyak orang.

2 dari 3 halaman

Berusaha Meningkatkan Kualitas Konten

Twitter bahkan juga sedang berusaha meningkatkan kualitas konten yang ada di layanannya. Hal ini merupakan bentuk upaya Twitter mengatasi meningkatnya kritik terhadap perusahaan-perusahaan media sosial, yang dinilai gagal melindungi pengguna dari penyalahgunaan dan manipulasi politik secara online.

Dilansir Reuters, Twitter melalui penjelasan di blog resminya, mengungkap akan melakukan pendekatan baru berdasarkan identifikasi metrik untuk mengukur "kesehatan percakapan publik" dan berbagai cara untuk melakukannya.

Melalui kicauan di Twitter, CEO Twitter, Jack Dorsey, mengakui Twitter tidak sepenuhnya memperkirakan dan memahami konsekuensi negatif dari pesan singkat di ranah publik.

Konsekuensi negatif yang selama ini Twiter lihat adalah kesewenang-wenangan, gangguan, troll army, manipulasi melalui bot dan manusia, serta kampanye disinformasi.

Menurut Dorsey, Twitter berkomitmen menghapus konten yang tidak sesuai dengan kebijakannya. Namun, layanan microblogging tersebut kini membutuhkan strategi baru.

Twitter mengatakan pada Agustus 2016, dalam enam bulan terakhir telah menghapus 235 ribu akun yang mempromosikan ekstremisme.

(Tom/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Hoax Cepat Menyebar dan Manusia Jadi Dalangnya
Artikel Selanjutnya
Twitter Punya Bos Teknologi Baru