Jesica Yap Ajukan Karyanya, What the Mind Keeps Untuk Pertimbangan GRAMMY Awards 2027

Jesica Yap merilis What the Mind Keeps, karya instrumental yang diajukan untuk pertimbangan GRAMMY Awards 2027 kategori Best Instrumental Composition.

Liputan6.com, Jakarta - Komposer asal Pematangsiantar, Sumatera Utara, Jesica Yap, menghadirkan karya instrumental terbaru berjudul What the Mind Keeps pada 19 Agustus 2026. Melalui komposisi ini, Jesica mengeksplorasi ingatan, perasaan, dan pengalaman manusia tanpa mengandalkan lirik, melainkan lewat melodi piano, perubahan harmoni, serta permainan tekstur musikal yang berkembang sepanjang lagu.

Berbeda dari karya-karya vokalnya, What the Mind Keeps mengajak pendengar menyelami cerita melalui bunyi. Judulnya berangkat dari gagasan tentang bagaimana pikiran menyimpan berbagai hal yang terkadang muncul kembali tanpa diduga, mulai dari kenangan lama hingga emosi yang tetap membekas meski kehidupan terus berjalan.

Untuk menggambarkan perjalanan tersebut, Jesica menggunakan pengulangan motif, pergeseran harmoni, ketegangan, dan bagian-bagian yang lebih tenang. Perubahan musikal ini membangun pengalaman mendengarkan yang reflektif, seolah membawa pendengar menyusuri ingatan dan perasaan yang terus bergerak di dalam pikiran.

 

Eksplorasi Piano dalam Kolaborasi Lintas Negara

Dalam proses produksi What the Mind Keeps, Jesica mengambil sejumlah peran sekaligus, mulai dari komposer, arranger, produser, pianis, hingga pengisi tekstur vokal. Ia berkolaborasi dengan Jeremy Miller yang menangani drum dan perkusi, serta Julian Chan sebagai mixing engineer. Proses kolaborasi ini melibatkan Los Angeles, Ohio, dan Coventry di Inggris. Pertemuan para musisi dari lokasi berbeda turut membentuk karakter produksi yang memadukan permainan piano dengan elemen musikal lainnya.

Kehadiran drum, lapisan vokal, serta warna harmoni yang mendapat pengaruh dari R&B, soul, dan jazz membuat komposisi ini berbeda dari format piano solo tradisional. Piano tetap menjadi elemen utama, tetapi lapisan suara lainnya memberikan dimensi tambahan pada perjalanan musik. Pendekatan tersebut juga memperlihatkan pertemuan antara latar pendidikan piano klasik Jesica dan pengalamannya mempelajari Film Scoring. Keduanya menjadi bekal untuk membangun komposisi yang tidak hanya berfokus pada melodi, tetapi juga menggunakan dinamika, suasana, dan perkembangan bunyi untuk menyampaikan cerita.

 

 

What the Mind Keeps Diajukan untuk Pertimbangan GRAMMY 2027

What the Mind Keeps turut menjadi bagian dari perjalanan Jesica di dunia musik internasional. Menurut keterangan yang disampaikan Jesica, karya tersebut telah diajukan dan diterima sebagai entry untuk pertimbangan kategori Best Instrumental Composition dalam proses 69th GRAMMY Awards 2027.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Meski begitu, status pengajuan tersebut perlu dibedakan dari nominasi resmi. Sebuah karya yang diajukan untuk pertimbangan, termasuk melalui kampanye For Your GRAMMY Consideration atau FYC, belum tentu masuk dalam daftar nominasi dan tidak dapat disebut sebagai kemenangan GRAMMY. Status resmi pengajuan ini perlu dikonfirmasi melalui dokumentasi Recording Academy sebelum dipublikasikan sebagai informasi terverifikasi. "Saya tertarik pada hal-hal yang tetap tinggal di pikiran kita, bahkan ketika hidup terus berjalan. Lewat ‘What the Mind Keeps’, saya mencoba menggambarkan gerak kenangan dan emosi melalui piano, harmoni, dan tekstur musik," ungkap Jessica Yap terkait karyanya. Sebelumnya, Jesica juga memperkenalkan karya vokalnya melalui proses pertimbangan GRAMMY, termasuk You Are Beautiful dan My Life Is Fine Without You. Rincian kategori serta status masing-masing karya tetap perlu disesuaikan dengan dokumentasi pengajuan yang tersedia. Di luar proses tersebut, Jesica mencatat pencapaian pada 2026 dengan memenangkan kategori Best of North America untuk R&B dalam ajang InterContinental Music Awards melalui lagu You Are Beautiful. Prestasi ini menunjukkan dua sisi eksplorasi musiknya, yakni menulis lagu dengan pesan yang disampaikan melalui lirik serta membangun komposisi instrumental yang mengandalkan narasi bunyi.  

Halaman
Show All