Liputan6.com, Jakarta - Ada banyak maestro yang berperan dalam perkembangan musik orkestra dan film Indonesia, dari era film bisu hingga bioskop modern. Mereka menghadirkan denting biola, petikan bas, dan irama simfoni yang membuat cerita terasa hidup.
Melansir jurnal International Review of Humanities Studies, Melani Budianta (2021) berjudul "Trisutji Kamal's Music in Four Periods", gaya Trisutji dibentuk musik Eropa tetapi diselaraskan dengan nuansa Jawa. Semangat memadukan tradisi dan musik Barat itu juga terlihat pada sejumlah maestro lain di daftar ini.
Mereka bekerja sebagai pemimpin orkes, penata musik, komposer, hingga pendidik. Berikut adalah maestro yang berperan dalam perkembangan musik orkestra dan film Indonesia dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (18/10/2026).
Advertisement
1. Mas Sardi, Penata Musik Film Profesional Pertama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376109/original/046156100_1792306900-Mas_Sardi.jpeg)
Mas Sardi lahir di Yogyakarta pada Desember 1910 dari keluarga musisi. Ayahnya memimpin Norma Orchestra di lingkungan Keraton Yogyakarta pada era Sultan Hamengkubuwono VII, tempat ia belajar biola.
Pada 1939, ia bergabung dengan Java Industrial Film sebagai pengarah musik. Melansir Wikipedia yang merujuk buku Misbach Yusa Biran, Sejarah Film 1900–1950: Bikin Film di Jawa (2009), ia menjadi penata musik profesional pertama di Hindia Belanda.
Debutnya lewat film Alang-Alang (1939). Biran menilai film laris itu ikut mendorong kebangkitan industri film dalam negeri pada 1940. Sardi lalu menggarap musik untuk sedikitnya tujuh film, termasuk Rentjong Atjeh dan Srigala Item.
Ia wafat di Jakarta pada 21 Oktober 1953 dalam usia 42 tahun. Jejaknya berlanjut lewat putranya, Idris Sardi, yang kelak dikenal sebagai peraih banyak Piala Citra.
Advertisement
2. Saiful Bahri, Dirigen Orkes Studio Jakarta
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376110/original/071454500_1792306900-SnapInsta-Ai_3370024478297349242_15900751.jpg)
Saiful Bahri lahir di Payakumbuh, Sumatra Barat, pada 19 September 1924. Ia pindah ke Jakarta pada 1941 dan bermain saksofon serta biola di Orkes Studio Jakarta.
Pada 1950 hingga 1960, ia memimpin orkes itu sebagai dirigen. Melansir Wikipedia, ia juga menggubah musik film Tiga Dara (1956) yang mengantarkannya meraih Piala Citra untuk musik terbaik di Festival Film Indonesia 1960.
Ia tercatat menggarap musik untuk ratusan film sejak 1950-an. Setelah 1963, ia berkarya di Malaysia dan terlibat dengan Orkestra Radio Malaya serta Filem Negara Malaysia.
Melansir Selangor Journal, Saiful wafat di Tokyo pada 26 Desember 1976 saat bertugas untuk Filem Negara Malaysia. Pemerintah Negara Bagian Selangor kemudian memberikan rumah kepada keluarganya sebagai bentuk penghargaan.
3. Idris Sardi, Maestro Biola dan Musik Film
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/669356/original/IDRIS.jpg)
Idris Sardi lahir di Jakarta pada 7 Juni 1938, putra Mas Sardi dan aktris Hadidjah. Ia belajar biola sejak usia enam tahun dan tampil di depan publik pertama kali di Yogyakarta pada 1949.
Kantor berita Antara mencatat, ia menggubah dan menata ilustrasi musik sejumlah film. Piala Citra ia raih lewat Pengantin Remaja (1971), Perkawinan (1973), Cinta Pertama (1974), dan Doea Tanda Mata (1985).
Penelitian di repositori tesis Universitas Gadjah Mada, "Idris Sardi: Peranannya dalam Perkembangan Musik di Indonesia", menyebutnya sebagai pemain biola, concertmaster (pemimpin pemain biola dalam orkestra), penata musik, dirigen, dan komposer.
Idris wafat pada 28 April 2014 di Cibubur. Dua anaknya, Lukman Sardi dan Santi Sardi, kini dikenal sebagai aktor dan aktris.
Advertisement
4. Trisutji Kamal, Komposer yang Memadukan Timur dan Barat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3406775/original/053246100_1616288723-Trisutji_Kamal_3.jpg)
Trisutji Kamal lahir di Jakarta pada 28 November 1936 dan tumbuh di Binjai, Sumatra. Ia belajar piano dan komposisi di Amsterdam bersama Henk Badings, lalu melanjutkan ke Paris dan Roma.
Setelah kembali ke Indonesia pada 1967, ia menulis karya orkestra, paduan suara, opera, balet, hingga musik film. Menurut daftar komposer Donne, Women in Music (Inggris), salah satunya adalah musik film Biarkan Musim Berganti (1971).
Melansir jurnal Wacana Seni milik Universiti Sains Malaysia (2022), Loro Jonggrang adalah opera Indonesia pertama berbasis legenda lokal yang disajikan dalam struktur musik Barat. Opera itu pertama kali dipentaskan di Roma.
Trisutji wafat pada 21 Maret 2021 dalam usia 84 tahun. Menurut Meldy Tanako dalam publikasi Music Teachers National Association edisi November 2024, ia menjadi satu-satunya perempuan di antara komposer kontemporer ternama Indonesia.
5. Slamet Abdul Sjukur, Bapak Musik Kontemporer Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376111/original/085822900_1792306900-slamet-abdul-sjukur-komponis-legenda-de-f26c1f.jpg)
Slamet Abdul Sjukur lahir di Surabaya pada 30 Juni 1935. Pada 1962, ia berangkat ke Paris dan tinggal di sana selama 14 tahun, menurut Haus der Kulturen der Welt, Berlin.
Di Prancis, ia berguru kepada Olivier Messiaen dan Henri Dutilleux. Melansir majalah eContact! (Kanada), karyanya Latigrak (1963) menjadi salah satu eksplorasi musik elektronik paling awal di Indonesia, memadukan gamelan dan pita rekaman.
Ia mengembangkan gagasan minimax, yaitu memakai bahan bunyi sederhana secara maksimal. Melansir Presto Music, karyanya dikenal karena susunan bunyi yang minimal dan dasar hitungan angka.
Haus der Kulturen der Welt menyebut hampir semua komposer muda penting Indonesia dibentuk atau terinspirasi olehnya. Ia wafat di Surabaya pada 24 Maret 2015.
Advertisement
6. Franki Raden, Peraih Piala Citra dan Penjaga Musik Nusantara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5419744/original/003352900_1763708348-0L5A9275.jpg)
Raden Franki Suryadarma Notosudirdjo, dikenal sebagai Franki Raden, meraih gelar doktor etnomusikologi dari University of Wisconsin-Madison. Etnomusikologi adalah ilmu yang mempelajari musik dalam budaya masyarakat.
Melansir laman Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), ia menerima Piala Citra untuk musik film terbaik lewat November 1828 (1978) dan Nagabonar. Penghargaan itu diberikan dalam Festival Film Indonesia.
Tulisannya terbit di The New Grove Dictionary of Music and Musicians serta buku terbitan Oxford University Press. Hal ini menandakan kiprahnya di dunia akademik internasional.
Melansir profil Axean Festival, ia mendirikan lembaga budaya Lokaswara pada 1992. Lembaga itu mengelola Indonesian National Orchestra, yang memperkenalkan musik tradisional Nusantara ke panggung dunia.
7. Addie MS, Pendiri Twilite Orchestra
![[Fimela] Addie MS](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/YsRs2kHvzV3lEAosn0q80zT2dDg=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2871290/original/058131100_1564742135-Addie_MS_foto_by_Bambang_E_Ros__4_.jpg)
Addie MS bernama lengkap Addie Muljadi Sumaatmadja, lahir di Jakarta pada 7 Oktober 1959. Melansir laman resmi Twilite Orchestra, ia belajar secara nonformal, termasuk lewat kelas master dirigen bersama Jorge Mester di Los Angeles pada 1995.
Pada 1991, ia mendirikan Twilite Orchestra bersama Indra Usmansjah Bakrie. Orkestra itu pertama tampil pada 8 Juni 1991 di Pantai Anyer, Banten, dengan 20 musisi dan repertoar dari Beethoven hingga The Beatles.
Dengan dukungan Kemenparekraf, Twilite tampil di Sydney Opera House pada 2009 sebagai orkestra Indonesia pertama di gedung tersebut. Pada 2012, mereka meraih tepuk tangan berdiri di Berlin dan Bratislava.
Addie menerima Karya Bakti Musik Indonesia 2014 dari Kemenparekraf. Melansir Tatler Asia, ia menggubah banyak lagu tema dan mars untuk lembaga nasional, termasuk TNI.
Advertisement
8. Erwin Gutawa, Penata Orkestra Musik Populer
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5782265/original/030442800_1778684947-erwin.jpeg)
Erwin Gutawa lahir di Jakarta pada 16 Mei 1962. Melansir Tatler Asia, ia lulusan arsitektur Universitas Indonesia dan memulai karier profesional pada 1985 sebagai pemain bas grup jazz Karimata.
Pada 1991, ia membentuk orkestra sendiri dan mulai menggubah musik. Melalui konser Rockestra tahun 2000, ia mempertemukan Slank, Gigi, dan Dewa dengan orkestra beranggotakan 85 pemain, menurut Tatler Asia.
Karya populernya, Kidung Abadi, membangkitkan kembali karier penyanyi Chrisye. Melansir Java Jazz Festival, ia memenangi 34 Anugerah Musik Indonesia dan pernah bekerja sama dengan London Symphony Orchestra.
Pada 2021, ia merilis album Symphonesia berisi delapan lagu legendaris Indonesia dalam bentuk orkestra. Album itu direkam di Wina dan di-mastering di Abbey Road, London.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Maestro yang Berperan dalam Perkembangan Musik Orkestra dan Film Indonesia
Siapa saja maestro yang berperan dalam perkembangan musik orkestra dan film Indonesia?
Di antaranya Mas Sardi, Saiful Bahri, Idris Sardi, Trisutji Kamal, Slamet Abdul Sjukur, Franki Raden, Addie MS, dan Erwin Gutawa.
Siapa penata musik film profesional pertama di Hindia Belanda?
Mas Sardi, yang memulai debut lewat film Alang-Alang pada 1939.
Kapan Twilite Orchestra berdiri?
Twilite Orchestra berdiri pada 1991 dan pertama kali tampil pada 8 Juni 1991 di Pantai Anyer, Banten.
Apa yang dimaksud minimax dalam musik Slamet Abdul Sjukur?
Minimax adalah gagasan memakai bahan bunyi sederhana secara maksimal.
Film apa saja yang mengantarkan Idris Sardi meraih Piala Citra?
Pengantin Remaja (1971), Perkawinan (1973), Cinta Pertama (1974), dan Doea Tanda Mata (1985).
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375340/original/043230400_1792140162-Screenshot_2026-10-16_151345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364644/original/080112300_1791013312-IndonesiadangdutAwards2026Attire__ekotjandra_Hijab_stylist__suciaurelias_Makeup__riskymakeup__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490146/original/023335400_1624374674-Chatbot_WA_Cek_Fakta3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376108/original/043739400_1792306900-SnapInsta-Ai_3370024478490386775_15900751.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379807/original/056819600_1760372624-IMG_4990-01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4829165/original/007723300_1715494441-Screenshot_2024-05-12_131307.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375999/original/053613600_1792292530-29186.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375910/original/001088600_1792250455-maxadamkamil_1684302067_3104473208087090896_208745399.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375902/original/074022800_1792247577-L6ochi24_1782032025_3924290953576457769_314778210.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359476/original/084939800_1790529750-1000648835.jpg)