Arie Kriting Kritik FFI Terkait Cara Pandang terhadap Aktor Indonesia Timur

Arie Kriting mengkritik penilaian karakter Indonesia Timur di industri film setelah Irma Rihi absen dari nominasi FFI 2026.

Pesan Arie Kriting untuk FFI: Hadirkan Wajah Indonesia yang Beragam

Arie kemudian menyampaikan harapannya agar semakin banyak karakter segar yang bisa diperankan oleh siapa saja dan mendapatkan apresiasi di Festival Film Indonesia.

“Semoga ke depannya ada lebih banyak bentuk karakter yang segar, yang bisa dibawakan oleh pemeran dari mana saja. Lalu kemudian bisa mendapat apresiasi dari sesama insan melalui Festival Film Indonesia,” harapnya.

Ia melanjutkan, “Sehingga FFi bisa mempresentasikan film Indonesia dengan wajah yang beragam sebagaimana sejatinya bangsa kita yang beragam dari Sabang sampai Merauke.”

Pesan Arie menjadi pengingat bahwa representasi dalam film bukan sekadar menghadirkan karakter dari wilayah tertentu, tetapi juga memberi mereka kesempatan untuk tampil dalam berbagai jenis cerita dan kepribadian. Kritik ini sekaligus mengajak insan perfilman untuk terus memperluas perspektif agar kekayaan masyarakat Indonesia dapat tergambarkan dengan lebih utuh di layar lebar.

Sementara itu, absennya Irma Rihi dari nominasi FFI 2026 menjadi salah satu hal yang ramai diperbincangkan setelah daftar nominasi diumumkan pada 12 Oktober 2026. Perdebatan tersebut turut membuka diskusi tentang representasi, penilaian akting, dan keberagaman cerita dalam perfilman Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All