Singapura Imbau Warganya Tunda Perjalanan ke Arab Saudi

Singapura mengimbau warganya menunda perjalanan ke Arab Saudi akibat meningkatnya risiko keamanan.

Diterbitkan 14 Oktober 2026, 14:00 WIB
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Singapura - Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) mengimbau seluruh warganya menunda perjalanan ke Arab Saudi menyusul meningkatnya risiko keamanan akibat serangan rudal dan drone yang menyasar penerbangan sipil serta infrastruktur energi di negara tersebut.

Dalam imbauan perjalanan yang diterbitkan pada Selasa (13/10/2026), MFA menyebut Arab Saudi mengalami peningkatan serangan rudal dan drone sejak Juli 2026.

Dikutip dari Anadolu, dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah bandara di Riyadh, Abha, Dammam, Khamis Mushait, Najran, dan Jizan dilaporkan menjadi sasaran serangan. Serangan berulang terhadap Bandara Internasional King Khalid (KKIA) di Riyadh bahkan menyebabkan penghentian operasional bandara dan pengalihan penerbangan.

“Dengan meningkatnya risiko keamanan, warga Singapura disarankan menunda seluruh perjalanan ke Arab Saudi,” demikian pernyataan MFA.

Warga Singapura yang sudah berada di Arab Saudi juga diminta menghindari perjalanan ke Bandara Internasional King Khalid dan wilayah berisiko tinggi lainnya hingga pemberitahuan lebih lanjut. Mereka turut diimbau membatasi perjalanan yang tidak mendesak di dalam negeri tersebut.

MFA meminta warganya terus memantau berita lokal dan mematuhi instruksi otoritas setempat.

Bagi warga yang telah memesan penerbangan atau akan transit di Arab Saudi, MFA menyarankan mereka menghubungi maskapai untuk memperoleh informasi perjalanan terbaru, memastikan status penerbangan pada hari keberangkatan, serta membeli asuransi perjalanan sebelum bepergian.

“Warga Singapura yang harus bepergian ke Arab Saudi atau saat ini berada di Timur Tengah harus bersiap menghadapi gangguan perjalanan dalam waktu singkat,” kata kementerian tersebut.

MFA juga sangat menganjurkan warganya mendaftarkan perjalanan melalui layanan eRegister agar pemerintah dapat menghubungi mereka apabila diperlukan.

Warga yang membutuhkan bantuan konsuler dapat menghubungi Kedutaan Besar Singapura di Riyadh, Konsulat Jenderal Singapura di Jeddah, atau kantor layanan siaga MFA.

Dalam imbauan sebelumnya pada April, MFA menyarankan warga Singapura menunda seluruh perjalanan ke Arab Saudi, kecuali ke Jeddah, Makkah, dan Madinah.

 

MUIS Minta Jemaah Pertimbangkan Menunda Umrah

Sehari setelah imbauan MFA, Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) meminta warga Singapura yang berencana menjalankan ibadah umrah untuk memperhatikan imbauan tersebut dan mempertimbangkan penundaan perjalanan ke Arab Saudi untuk sementara waktu.

“Kami memahami betapa berartinya perjalanan umrah bagi para jemaah dan keluarga mereka. Bagi banyak orang, ini merupakan perjalanan iman yang sangat pribadi, yang telah mereka nantikan, persiapkan, dan tabung biayanya selama beberapa waktu,” kata MUIS dalam imbauan terpisah yang dipublikasikan melalui situs web dan media sosialnya.

MUIS meminta masyarakat memahami pentingnya mengambil langkah-langkah keselamatan yang diperlukan dan mempertimbangkan penundaan perjalanan selama risiko keamanan masih tinggi.

Dewan tersebut juga tengah berkomunikasi dengan agen perjalanan umrah untuk mendorong mereka memberikan fleksibilitas kepada jemaah dalam menunda atau menjadwalkan ulang perjalanan jika memungkinkan. Agen perjalanan juga diminta menyediakan informasi yang jelas kepada para jemaah.

“Kami menyadari bahwa jemaah mungkin menghadapi konsekuensi finansial bukan karena kesalahan mereka sendiri. Kami meminta para operator menangani kasus-kasus tersebut dengan penuh perhatian, adil, dan pengertian,” kata MUIS.

Bagi warga Singapura yang saat ini berada di Arab Saudi, MUIS mengimbau mereka tetap tenang, mengikuti arahan otoritas setempat dan MFA, serta terus berkomunikasi dengan operator perjalanan dan maskapai penerbangan.

MUIS menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan lembaga pemerintah terkait untuk menyampaikan informasi terbaru jika diperlukan.

“Kami menghargai kesabaran dan pengertian masyarakat serta mendorong para jemaah dan keluarga mereka untuk terus mengikuti imbauan resmi seiring perkembangan situasi,” kata MUIS.

Dewan tersebut juga menyampaikan harapan agar kondisi keamanan di kawasan itu segera membaik sehingga para jemaah dapat menjalankan ibadah umrah dengan aman dan tenang ketika situasi memungkinkan.

 

Serangan Houthi Picu Penutupan Bandara Riyadh

Imbauan perjalanan Singapura tersebut muncul setelah serangkaian serangan mematikan di Arab Saudi.

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh ditutup setelah serangan rudal pada Sabtu yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Serangan yang diklaim kelompok Houthi di Yaman, yang bersekutu dengan Iran, itu menjadi serangan paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade.

Pada Minggu, serangan lainnya menewaskan satu orang dan melukai hampir selusin orang.

Serangan pada Sabtu menandai eskalasi tajam dalam perang di Yaman. Dalam konflik tersebut, Riyadh mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam menghadapi kelompok Houthi.

Houthi juga mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap bandara-bandara di Arab Saudi, dengan pengecualian kota suci Makkah dan Madinah. Kelompok tersebut turut memperingatkan para penumpang agar tidak bepergian.

“Bandara-bandara dan wilayah udara terpapar serangan dan menjadi medan operasi pasukan kami,” tulis juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, melalui platform X.