- ANW dan DYP diperiksa Polda Metro Jaya terkait dugaan kekerasan seksual Betrand Peto.
- ANW melaporkan kekerasan di kelab malam SCBD, ditarik paksa dan dilecehkan.
- ANW telah divisum dan membantah bujuk rayu, menunjukkan luka lebam sebagai bukti.
Liputan6.com, Jakarta - Dua perempuan berinisial ANW dan DYP mendatangi Polda Metro Jaya, Senin (14/9/2026) siang. Keduanya hadir untuk memenuhi agenda pemeriksaan dan memberikan keterangan kepada penyidik terkait dugaan kekerasan seksual yang menyeret nama Betrand Peto (BP).
ANW dan DYP tiba di Gedung Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) sekitar pukul 11.30 WIB. Namun mereka langsung masuk ke area gedung pemeriksaan tanpa memberikan banyak keterangan kepada awak media yang telah menunggu.
ANW dan DYP juga berusaha menjaga privasi selama berada di Polda Metro Jaya. Keduanya tampak mengenakan pakaian serba tertutup, lengkap dengan masker, kacamata, serta jaket dengan penutup kepala berwarna hitam dan putih.
Keduanya berjalan tenang sambil menghindari pertanyaan wartawan yang dilontarkan dari berbagai arah. Salah satu kuasa hukum korban, Monterry Marbun, kemudian meminta awak media memberikan kesempatan kepada kliennya untuk menjalani pemeriksaan terlebih dahulu.
"Iya nanti ya kita kasih keterangan untuk kawan-kawan di sini," kata Monterry Marbun kepada awak media.
Monterry menegaskan, kedatangan ANW dan DYP ke Polda Metro Jaya kali ini untuk memenuhi proses hukum yang sedang berjalan. Pihaknya meminta awak media menunggu hingga pemeriksaan terhadap kedua kliennya selesai.
"Kita diperiksa dulu, kita penuhi pemanggilan dulu," sambungnya.
Â
Kronologi Kejadian Versi ANW
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347775/original/001997000_1789367813-1000636094.jpg)
Dugaan kasus kekerasan seksual ini sebelumnya mencuat setelah ANW membuat laporan polisi terkait peristiwa yang disebut terjadi di sebuah kelab malam kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Perempuan berusia 26 tahun itu menempuh jalur hukum setelah mengaku mengalami tindakan kekerasan saat berada di lokasi tersebut.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Sabtu (12/9/2026) dini hari. Saat itu, ANW bersama rekannya berada di tempat hiburan malam sebelum seorang pramusaji mengajak mereka masuk ke ruang privat yang disebut ditempati Betrand Peto.
Sudah Jalani Visum
Situasi kemudian berubah ketika ANW berniat mengambil ponselnya yang berada di luar ruangan. Menurut keterangan pihak pelapor, saat rekannya pergi menuju toilet, Betrand Peto menarik tangan ANW secara paksa ke arah toilet.
Kuasa hukum ANW, Nathaniel Hutagaol, sebelumnya menyebut kliennya telah menjalani visum untuk mendukung laporan yang dibuat. Ia juga membeberkan dugaan tindakan kekerasan yang dialami ANW saat berada di lokasi kejadian.
"Dia ditarik ke toilet, dipaksa untuk berhubungan badan, dan dilakukan kekerasan. Makanya sudah dilakukan visum. Besok mungkin pihak Polda akan mengambil visum tersebut. Intinya ada pelecehan," ungkap Nathaniel Hutagaol dalam konferensi pers di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, belum lama ini
Â
Bantah Terima Bujuk Rayu
ANW juga membantah anggapan bahwa dirinya menerima bujuk rayu dari Betrand Peto sebelum dugaan insiden tersebut terjadi. Ia mengaku melakukan perlawanan dan menyebut luka lebam pada tubuhnya sebagai salah satu bukti yang dialaminya.
"Nggak ada (iming-iming), dia langsung nyerang saya, dia nyium saya. Sempat saya melakukan perlawanan, kalau enggak ngelawan ngapain biru-biru badan saya," ucap ANW.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491146/original/066985700_1770086696-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T094228.234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5366233/original/085378000_1759221040-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_13.43.19_aa3a7a8a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347595/original/016603600_1789357574-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-14T104506.658.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347774/original/086710700_1789367812-1000636093.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347722/original/088857600_1789365955-1001663480.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302207/original/034434800_1784536498-Bupati_Bekasi_Nonaktif_Ade_Kuswara_dicecar_jaksa_dalam_persidangan.jpeg)