Produser Erry Wibowo dan Ferry Juan Bantu Anak Terduga Pencuri Ayam di Bali yang Tewas

Mereka menyampaikan dukacita sekaligus bantuan untuk K agar bisa melanjutkan hidup.

Diterbitkan 31 Juli 2026, 14:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Anak terduga pencuri ayam tewas viral, memicu simpati dan kunjungan tokoh publik.
  • Tokoh publik menyoroti dampak "romantisasi maling" dan trauma psikologis anak K.
  • Mereka menyerukan empati, pendampingan hukum, dan dukungan masa depan bagi K.

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu kasus yang menggemparkan masyarakat Indonesia yakni terduga pencuri ayam di Bali tewas. Saat jenazah hendak dimakamkan, anak mendiang menangis histeris. Foto anak berinisial K itu viral di jagat maya dan memantik beragam reaksi termasuk dari selebritas Tanah Air. Baru-baru ini, produser Erry Wibowo, sutradara Ian Wibowo, dan pengacara Ferry Juan mengunjungi rumah K yang kini masih dirundung duka mendalam.

Mereka menyampaikan dukacita sekaligus bantuan untuk K agar bisa melanjutkan hidup.Erry Wibowo yang menjabat Ketua DPW Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia Provinsi Bali menyoroti derasnya penghakiman di medsos. Termasuk istilah “romantisasi maling” yang dilontarkan salah satu artis, kemudian viral. Ia menghargai perbedaan pendapat di jagat maya. Erry Wibowo pun mengaku punya pendapat sendiri soal ini.

“Hanya dengan dua kata, ‘romantisasi maling,’ seorang artis atau figur publik dapat memicu gelombang penghakiman yang (berpotensi) menghancurkan martabat sebuah keluarga,” beri tahunya. “Untuk diingat bahwa di balik tragedi itu, ada anak perempuan kelas 2 SD yang tak bersalah. Anak K kini harus memikul trauma mendalam setelah menyaksikan jasad ayahnya,” kata Erry Wibowo dalam wawancara online dengan awak media, belum lama ini.

Ferry Juan datang secara khusus dari Jakarta untuk memberi bantuan, dukungan moral, dan edukasi hukum kepada K, keluarganya, juga kepada netizen. Tujuannya, bukan untuk membenarkan dugaan tindak pidana yang dilakukan ayah K yang telah meninggal dunia.

 

Beban Psikologis Anak

Ferry Juan tidak melihat dari sudut pandang ayahnya yang tertangkap karena mencuri, tapi beban psikologis anak usia 8 tahun. K sudah bisa membaca termasuk berita dan komentar-komentar netizen. “Pencurian tetap perbuatan yang harus diproses sesuai hukum. Namun, kami datang untuk melihat sisi kemanusiaan yang nyaris tenggelam di balik riuhnya komentar publik,” ungkap Ferry Juan.

“Coba kita pikirkan, K tidak akan pernah lagi bertemu dan memeluk ayahnya untuk selama-lamanya. Saya harap proses hukum berjalan adil dan K dapat pendampingan agar tak membawa trauma ini sepanjang hidupnya,” harap Ferry Juan.Sineas Ian Wibowo menyampaikan pandangan dengan nada lebih tegas. Daripada menghujat, akan jauh lebih berarti jika masyarakat berlomba memikirkan masa depan K dan kakaknya.

 

Pesan Ian Wibowo

Khusus untuk para kreator konten dan penulis yang selama ini belum melihat fakta di lapangan, Ian Wibowo berharap mereka datang lalu melihat langsung kondisi keluarga K.

“Ketika kaki kalian melangkah masuk ke rumah keluarga K, semua komentar yang terlontar akan kehilangan makna,” cetusnya lalu mengimbau semua pihak tak buru-buru menghakimi K.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Selamat! Felicia Jadi Juara The Icon Indonesia, Vedra di Posisi Runner Up

Tim Showbiz, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan