6 Tokoh Kunci Film Children of Heaven Karya Hanung Bramantyo, Dibintangi Jared Ali dan Humaira Jahra

Children of Heaven merupakan adaptasi film berjudul sama asal Iran yang meraih nominasi Piala Oscar 1998 kategori Film Berbahasa Asing Terbaik.

Diterbitkan 15 Mei 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Siangnya, sepatu itu dipakai Ali untuk berangkat sekolah. Seperti Ali, Zahra pribadi tangguh. Pulang sekolah, ia membantu ibu mengerjakan banyak hal termasuk cuci piring dan perabot rumah tangga lainnya di kali.

 

3. Karim (Andri Mashadi)

Label miskin tak lantas membuat Karim menggadaikan integritas dan standar moral. Menunggak uang kontrakan tiga bulan plus bunga, ayah tiga anak ini cari uang dengan beragam cara termasuk nguli di pasar. Karim ikut majelis taklim di masjid.

Tugasnya beragam dari membersihkan karpet hingga mendistribusikan makanan untuk jemaah. Suatu hari, ayah Ali dan Zahra ini dapat hadiah sepeda bekas plus peranti tukang kebun dari seorang jemaah masjid. Karim bahagia bukan kepalang.

 

4. Fatimah (Faradina Mufti)

Fatimah adalah istri Karim yang kerepotan membesarkan tiga anak. Ali dan Zahra sekolah. Biayanya jelas tak sedikit. Belum lagi, Fatimah baru saja melahirkan anak ketiga yang dinamai Ahmad.

Ia memutar otak agar bisa mengalokasikan dana yang cekak untuk memberi makan lima kepala. Dalam situasi krisis, keluarga Karim hanya bisa beli singkong rebus untuk menyambung hidup.

 

5. Sutoyo (Reza Nangin)

Pedagang di pasar dengan aksen ngapak yang kental ini berhati baik. Sutoyo kerap membantu Karim dan Fatimah dalam mencukupi kebutuhan pangan dengan sistem utang. Namanya juga manusia, pada satu titik, Sutoyo lelah juga diutangi melulu.

Merujuk pada trailer, emosinya meledak saat Ali mencari sepatu Zahra yang ia taruh di bawah kerat. Lalu, kerat yang menyangga tampah berisi kentang-kentang itu ambruk. Akibatnya, kentang-kentang Sutoyo berhamburan ke tanah.

 

6. Bowo (Oki Rengga)

Bowo adalah guru olahraga yang pernah ditegur kepala sekolah, Slamet (Muhadkly Acho), gara-gara cara berpakaiannya dianggap kurang rapi. Menilik trailer, Ali sambil menangis minta Bowo mendaftarkannya ikut lomba maraton berhadiah sepatu.

Meski kuota lima siswa per sekolah telah terpenuhi, Bowo bersedia memperjuangkan Ali. Syaratnya, Ali harus memperlihatkan kebolehannya dalam berlari. Tipe guru yang sportif sekaligus asyik. Pantas banyak siswa yang sayang padanya.

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan