Prediksi Oscar 2026: Kejayaan Jessie Buckley dan Paul Thomas Anderson Lewat One Battle After Another

One Battle After Another karya sineas Paul Thomas Anderson diprediksi menjadi Film Terbaik Oscar 2026. Jessie Buckley dalam Hamnet pun akan menang.

Diterbitkan 15 Maret 2026, 21:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sutradara Terbaik: Paul Thomas Anderson (One Battle After Another)

Salah satu sineas yang konsisten bikin film bagus namun belum pernah mendapat pengakuan dari Academy Awards adalah Paul Thomas Anderson. Sudah 14 kali dinominasikan sejak tahun 1998 lewat Boogie Nights namun selalu dibiarkan pulang dengan tangan kosong.

“Bad luck” ini sedikit banyak mengingatkan kita pada Marty Scorsese. Tahun ini, Oscar tak bisa menghindari lagi. Andai, gelar Sutradara Terbaik jauh ke tangan Ryan Coogler pun, Paul Thomas Anderson masih bisa bawa pulang Piala Oscar untuk Skenario Adaptasi Terbaik.

 

Alternatif Pemenang: Ryan Coogler (Sinners)

Pemeran Utama Pria Terbaik: Timothée Chalamet (Marty Supreme)

Berdurasi 150 menit, Timothée Chalamet muncul di layar selama 1 jam dan 42 menit dengan kualitas akting stabil plus rentang emosi yang jarang kita lihat dalam satu dekade terakhir. Postur tubuh kurus berikut flek-flek di wajah membuat Marty Mauser di tanganya betulan hidup.

Tidak kurang. Tidak lebih. Yang kureng hanya pernyataan kontroversial Timothée Chalamet soal seniman balet dan opera. Andai ia kalah, maka ini bukan karena akting lain nomine lebih kinclong. Ya, Oscar bukan hanya perkara akting bagus. Ada agenda, politik, dan strategi kampanye.

 

Alternatif pemenang: Michael B Jordan (Sinners)

 

Pemeran Utama Wanita Terbaik: Jessie Buckley (Hamnet)

Jangan bilang tak ada kompetisi di kategori ini, mentang-mentang Jessie Buckley dalam Hamnet telah menyapu bersih piala dari empat ajang penghargaan besar “cermin pantul” Oscar yakni Critics’ Choice, BAFTA, Actor, dan Golden Globe Awards (film drama)!

Ya, Jessie Buckley akan membawa pulang Piala Oscar pertama-nya tahun ini. Tapi, jangan lupa, performa dahsyat Rose Byrne dalam If I Had Legs I’d Kick You tak kalah menggigit dan meremas hati. Kadang, saya berpikir, Rose Byrne hanya salah timing ikut kompetisi.

 

Afternatif pemenang: Masih berharap Rose Byrne besok menang berbekal piala Golden Globe (film musikal atau komedi) dan Independent Spirt Awards, boleh kan?

 

Penulis Skenario Asli Terbaik: Ryan Coogler (Sinners)

Jika kita masih mengimani naskah sebagai jantung film, maka dialog dan adegan yang dirangkai Ryan Coogler dalam Sinners adalah daya tarik yang sulit ditepis. Kecerdasan dalam memilih para pemain adalah senjata berikutnya dari Sinners yang memborong 16 nominasi Oscar.

Cerita runut dan kompleksitas penokohan membuat Sinners terasa raw juga matang di saat bersamaan. Dengan ini, Ryan Coogler telah menggelar karpet merah bagi diri sendiri menuju podium untuk menyampaikan pidato kemenangan kategori Naskah Asli Terbaik.

 

Afternatif pemenang: Enggak mau tahu, pokoknya Ryan Coogler.

 

Penulis Skenario Adaptasi Terbaik: Paul Thomas Anderson (One Battle After Another)

Tahukah Anda, Golden Globe Awards hanya punya satu kategori Skenario Terbaik? Di sana, penulis naskah asli dan adaptasi sikut-sikutan demi memenangkan globe emas. Tahun ini, Ryan Coogler perang melawan Paul Thomas Anderson, penulis One Battle After Another.

Komite juri Golden Globe Awards memenangkan Paul Thomas Anderson. Jika Anda masih sangsi, saya beri tahu hal penting: Paguyuban Penulis Naskah Amerika Serikat telah menyerahkan piala Skenario Adaptasi Terbaik kepada Paul Thomas Anderson. Cukup jelas?

 

Alternatif pemenang: Paul Thomas Anderson. Titik.

 

Lagu Tema Terbaik: “Golden” dari film KPop Demon Hunters (Ejae, Mark Sonnenblick, 24, Ido, dan Teddy Park)

Tanpa bermaksud mengabaikan kebesaran Dianne Warren yang sudah 17 kali dinominasikan Oscar (dan belum pernah menang) atau film Viva Verdi yang tak diganjar nominasi apapun di dunia kecuali Lagu Tema Terbaik dari Oscar, kategori ini termasuk “no contest.”

“Golden” dari film Kpop Demon Hunters akan menang Piala Oscar Lagu Tema Terbaik dengan modal kemenangan di Critics’ Choice, Golden Globe, dan Grammy Awards. Dominasi Ejae, Mark Sonnenblick, 24, Ido, dan Teddy Park terlalu kuat untuk disiasati.

 

Alternatif pemenang: definisi judul lagu adalah doa, “Golden” akan membawa golden statue.

 

Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Sean Penn (One Battle After Another)

Dua kali Sean Penn menang Oscar berbekal rekomendasi SAG atau Actor Awards lewat film Mystic River dan biografi politkus gay, Milk. Suka atau tidak, fenomena ini akan terulang lagi dengan resonansi lebih pekat setelah Sean Penn menang Actor Awards dan BAFTA.

Jika Sean Penn benaran menang, maka ia akan menyaingi pencapaian Daniel Day Lewis, satu-satunya aktor di jagat raya yang mengoleksi tiga Piala Oscar. Harus diakui, performa Sean Penn dalam One Battle After Another memang meyakinkan dan mencuri perhatian.

 

Alternatif pemenang: Dear Oscar, ada Stellan Skarsgård (Sentimental Value) yang menang Golden Globe dan Jacob Elordi (Frankenstein) peraih Critics’ Choice Awards, lo. Ayolah!

 

Pemeran Pendukung Wanita Terbaik: Wunmi Mosaku (Sinners)

Sejak Academy Awards dua kali digoyang tudingan #OscarSoWhite, kini keragaman dan inklusivitas jadi agenda penting. Amy Madigan menang Critics’ Choice dan Actor Awards jelas jadi “halangan” terbesar Wunmi Mosaku sang peraih BAFTA untuk meraih Piala Oscar.

Titik lemah Amy Madigan bisa jadi, ia satu-satunya kekuatan Weapons dalam kompetisi ini. Film beroleh satu nominasi kategori akting dan menang Oscar adalah peristiwa langka. Belum lagi, BAFTA pernah mengantar Mikey Madison (Anora) mengalahkan Demi Moore tahun lalu.

 

Alternatif pemenang: Dari lubuk hati yang paling dalam, Amy Madigan dalam Weapons!

 

Film Internasional Terbaik: Sentimental Value (Norwegia) karya sineas Joachim Trier

Enam kali Norwegia mengirim utusan ke Academy Awards tapi hasilnya nihil. Kini, saatnya mengakhri penantian panjang 69 tahun. Sentimental Value bertanding dengan kekuatan penuh tahun ini. Ia memborong 9 nominasi Oscar termasuk Film Terbaik dan empat kategori akting.

Sentimental Value unggul di hampir semua lini. Memang, memborong banyak nominasi bukan jaminan bagi sebuah film untuk menang Piala Oscar. Uhuk! Emilia Perez, misalnya. Ingat, Sentimental Value tak sekontroversial Emilia Perez. Ia akan mendapat cinta Oscar.

 

Alternatif pemenang: Awas, The Secret Agent nyalip di tikungan!

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan