Film ini menggambarkan perjuangan Kartini untuk mengangkat harkat pengusaha setempatnya, serta mendidik rakyat biasa dan perjuangannya untuk mendapatkan sekolah tinggi. Kisah ini tidak hanya perempuan yang harus meneladani sifat dan perjuangan dari sosok kartini ini, akan tetapi sifat dan perjuangannya ini dapat menjadi inspirasi semua orang dan patut untuk dicontoh.
Berikut link nonton film Kartini di Vidio.
4. Jenderal Soedirman (2015)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/975225/original/093221800_1441194135-soe-tan3.jpg)
Film ini menceritakan tentang perang yang terjadi pada tahun 1948, perang yang terjadi setelah Indonesia dinyatakan merdeka. Seorang pejuang nasional, Jendral Soedirman (Adipati Dolken) yang saat itu mempimpin perang gerilya membuat pulau Jawa kuat menghadapi Belanda.
Film ini menggambarkan perjuangan Jenderal Soedirman dalam memimpin dan membuat strategi untuk memenangkan pasukan bangsa Indonesia saat perang gerilya di Pulau Jawa. Semangat dan perjuangannya patut kita jadikan acuan untuk terus menjaga dan mencintai negeri ini.
5. Tjoet Nja Dhien (1988)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3180170/original/009367700_1594789810-Tjoet_Nja_Dhien.jpg)
Film ini menggambarkan bagaimana Tjoet Nja' Dhien mengambil alih kepemimpinan ketika suaminya, Teuku Umar, terbunuh dalam sebuah penyergapan. Keberanian serta keyakinannya, juga karisma dan daya perjuangannya yang gigih dapat memotivasi penduduk setempat untuk bergabung dan kemudian melanjutkan perlawanan mereka terhadap Belanda di Aceh.
Film ini menggambarkan bagaimana sosok pahlawan tersebut memimpin sebuah pasukan, dan bagaimana membuat keyakinan kepada para penduduk setempat untuk ikut berjuang melawan penjajah.Â
6. Buya Hamka (2023)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4356758/original/055812400_1678707631-Buya_Hamka.jpeg)
Film ini menceritakan bagaimana perjuangan Buya Hamka (Vino G Bastian) menjadi pengurus Muhammadiyah di Makassar dan berhasil membawa kemajuan bagi organisasi tersebut. Tidak hanya itu film ini juga menampilkan perjuangan dirinya sampai diangkat menjadi pemimpin redaksi majalah Pedoman Masyarakat.
Tidak sampai disitu di film ini menceritakan bagaimana perselisihan Buya Hamka dengan otoritas Jepang pada saat ini yang membuat dirinya diminta untuk mundur dari jabatannya sebagai pengurus Muhammadiyah.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7261845/original/041809000_1780048281-Tugas__22_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432608/original/039355600_1764817183-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-04T072013.095.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/720849/original/Film_Soekarno.jpg)