Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Merosot Rp 5.000, Cek Rincian di Sini

Berikut daftar lengkap harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Jumat, (2/10/2026).

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 09:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun lagi pada perdagangan Jumat (2/10/2026). Harga emas Antam hari ini lebih murah Rp 5.000 per gram.

Mengutip laman resmi logammulia.com, harga emas Antam hari ini dibanderol Rp 2.576.000 per gram, merosot dari posisi sebelumnya di angka Rp 2.581.000 per gram. Dengan demikian, dalam dua hari ini, harga emas Antam merosot Rp 19.000.

Koreksi juga terjadi pada harga buyback (beli kembali) emas Antam. Harga buyback hari ini turun Rp 5.000 menjadi Rp 2.386.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback merupakan nominal yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emas batangannya ke Antam. Sementara itu, harga yang tercantum pada awal perdagangan merupakan harga jual emas Antam kepada konsumen.

Sebagai catatan, harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) pada Kamis (29/1/2026) di level Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback mencapai Rp 2.989.000 per gram.

Harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga emas dunia serta kondisi pasar harian.

Rincian Harga Emas Antam Jumat (2/10/2026):

  • 0,5 gram: Rp 1.338.000
  • 1 gram: Rp 2.576.000
  • 2 gram: Rp 5.102.000
  • 3 gram: Rp 7.635.000
  • 5 gram: Rp 12.695.000
  • 10 gram: Rp 25.310.000
  • 25 gram: Rp 63.110.000
  • 50 gram: Rp 126.055.000
  • 100 gram: Rp 251.960.000
  • 250 gram: Rp 629.590.000 (pre-order)
  • 500 gram: Rp 1.258.900.000 (pre-order)
  • 1.000 gram: Rp 2.516.600.000 (pre-order)

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas cenderung stabil pada perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026 (Jumat pagi Jakarta). Harga emas dunia yang menguat tipis seiring tekanan akibat dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat dan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS yang tinggi, diimbangi oleh data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan. Hal ini mengurangi spekulasi mengenai kenaikan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) pada Oktober 2026.

Mengutip CNBC, Jumat (2/10/2026), harga emas spot naik tipis 0,4% menjadi US$ 4.171,19 per ons pada pukul 14.19 EDT, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember menguat 0,4% menjadi US$ 4.205,10. Harga emas sempat turun lebih dari 6% pada September 2026.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade, sehingga meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang emas. Di sisi lain, dolar yang lebih kuat membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang AS, menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

 

 

Faktor yang Mendukung Harga Emas

Harga minyak juga naik, memicu kekhawatiran inflasi, setelah China menangguhkan ekspor produk minyak. Langkah ini berpotensi memperketat pasar bahan bakar yang saat ini sudah menghadapi masalah kekurangan pasokan secara global.

"Apa pun yang meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pasti akan membebani sentimen di pasar emas. Kenaikan tajam tambahan pada harga energi atau eskalasi konflik di Timur Tengah juga akan berdampak serupa," ujar Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, David Meger.

Faktor yang mendukung harga emas adalah data Rabu yang menunjukkan inflasi AS pada Agustus naik lebih rendah dari perkiraan, sementara tekanan harga untuk bulan sebelumnya direvisi turun.

Data tersebut mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga pada Oktober. Pasar kini memperkirakan peluang sebesar 28%, turun dari 45% sebelum data dirilis dan 69% pada pekan sebelumnya.

"Ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih rendah itulah yang telah menopang pasar logam mulia," Meger menambahkan.

 

Prediksi Harga Emas

Para investor kini menantikan laporan nonfarm payrolls AS September yang akan dirilis pada Jumat untuk mendapatkan petunjuk mengenai prospek kebijakan moneter.

"Melemahnya selera risiko dan berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed telah mendukung harga emas, namun tren jangka pendek masih cenderung turun (bearish). Pengujian ulang level US$ 4.000 masih mungkin terjadi, terutama jika laporan nonfarm payrolls besok menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan," ujar analis pasar senior di XM Trading, Achilleas Georgolopoulos, dalam sebuah catatan.

HSBC memangkas perkiraan rata-rata harga emas untuk tahun 2026 dan 2027 masing-masing menjadi US$ 4.490 per ons dan US$ 4.825 per ons. HSBC juga mengatakan, emas mungkin masih menghadapi tekanan dalam waktu dekat tetapi kemungkinan besar sudah mendekati titik terendahnya.

Selain itu, HSBC memperkirakan bank-bank sentral akan kembali melakukan pembelian sebagai respons terhadap penurunan harga, khususnya saat harga berada di dekat atau di bawah level US$ 4.000.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6