Jeremy Renner Tepis Tuduhan Pelecehan Seksual Sineas China Yi Zhou

Pihak Jeremy Renner mengklaim justru Yi Zhou yang mengirim pesan cinta vulgar untuk sang aktor. Mana yang benar?

Diterbitkan 10 November 2025, 12:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

ICE atau Immigration and Customs Enforcement adalah badan penegakan hukum federal di Amerika Serikat yang tengah menggalakkan perlawanan terhadap imigrasi ilegal.

Yi Zhou Sedang Balas Dendam karena Ditolak?

Pihak Jeremy Renner langsung merilis bantahan lewat kuasa hukumnya, Marty Singer, yang menegaskan, tuduhan Yi Zhou tidak akurat dan tidak benar.

Kata pihak pengacara, justru Yi Zhou melakukan pembalasan setelah Jeremy Renner menolak pendekatan romantis sang sineas China. Singer juga mengklaim, Jeremy Renner mengabaikan pesan-pesan seksual yang dikirim Yi Zhou.

Ia menyatakan, "Fakta sebenarnya adalah Nona Zhou tanpa henti dan secara agresif melecehkan dan mengejar klien saya selama berbulan-bulan tanpa ada balasan dari klien saya, selain satu pertemuan singkat pada 12 Juli 2025."

Justru Yi Zhou yang Dituduh Kirim Pesan Vulgar

Pihak Jeremy Renner mengklaim sang aktor pernah bertemu Yi Zhou sekali pada Juli lalu, di sebuah hotel di Reno, Nevada. Kala itu Jeremy Renner diwawancarai untuk film dokumenter sang sineas.

Keduanya kemudian bertemu lagi pada Agustus, dan Jeremy Renner mengaku tak berkomunikasi dengan Yi Zhou selama lebih dari sebulan. Namun Yi Zhou disebut mengirim sejumlah pesan vulgar kepada aktor film Arrival, berisi ungkapan cinta.

Pesan terakhir, disebut dikirim pada 24 Oktober lalu. Soal ancaman menghubungi ICE, Marty Singer menjawab, "(Yi Zhou) tanpa henti melecehkan dan mengancam klien saya dengan ratusan pesan yang tidak diminta dan tidak diinginkan."

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan