3 Alasan Ariyo Wahab Main Film Tukar Takdir, Genre hingga Rekam Jejak Sutradara dan Rumah Produksi

Dalam film Tukar Takdir karya sineas Mouly Surya, Ariyo Wahab jadi Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Purwanto. Ia punya tiga pertimbangan.

Diterbitkan 27 September 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ariyo Wahab berperan sebagai kepala KNKT di film Tukar Takdir.
  • Ia tertarik karena genre disaster movie, Mouly Surya, dan Starvision.
  • Ariyo mengagumi Mouly Surya yang detail dan punya visi kuat sejak dulu.

Liputan6.com, Jakarta Salah satu aktor yang memperkuat film Tukar Takdir karya sineas Mouly Surya adalah Ariyo Wahab. Ia menerankan kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), bernama Purwanto yang sangat paham berbagai kemungkinan terkait kecelakaan.

Berkarier di layar lebar sejak 2003, Ariyo Wahab telah menjajal beragam, genre dari musikal hingga horor. Namun, ada sejumlah daya tarik film Tukar Takdir yang susah ditepis. Pertama, skenario yang diadaptasi dari buku karya Valiant Budi.

“(Alasan membintangi Tukar Takdir) satu, genrenya disaster movie spesifik tentang kecelakaan pesawat. Kedua, Mouly Surya. Ketiga, rekam jejak rumah produksi Starvision. Bujet tetap nomor satu ha ha ha,” kata Ariyo Wahab.

Rupanya pelantun “Sepenuh Hati” kenal Mouly Surya sejak lama. Ia pernah syuting FTV dan Mouly Surya kala itu menjabat asisten sutradara atau astrada Rako Prijanto. Gaya kerja Mouly Surya tak pernah luput dari perhatian Ariyo Wahab.

Dulu Mouly Surya Astrada

“Dulu saya perhatikan, Mouly ini bakat sutradaranya kuat banget. Kayaknya enggak cocok jadi asisten sutradara. (Setelah jadi sutradara) track-nya beda. Jadi saya ingin bekerja sama dengan Mouly Surya dan jodohnya baru di Tukar Takdir,” akunya.

Dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com, di gedung KLY Jakarta Pusat, baru-baru ini, Ariyo Wahab menilai Mouly Surya sangat detail dan kadang kayak punya dunia sendiri. Dia bisa tiba-tiba ketawa dengan imajinasinya sendiri.

Ada Satu Adegan

Meski demikian, Ariyo Wahab mengapresiasi cara Mouly Surya menyampaikan arahan kepada para pemain di lokasi syuting. Tekniknya sejuk, mudah dipahami dan yang paling penting tak membuat pemain merasa tertekan.

“Mouly itu orangnya detail. Ada satu adegan, di situ Nicholas Saputra kayak monolog saat saya interogasi dan itu dialognya panjangnya minta ampun. Itu syutingnya bisa setengah hari sendiri di Rumah Sakit,” Ariyo Wahab menyambung.

 

Jadi Memikirkan Detailnya

Syuting adegan diulang sampai visi sutradara tercapai. Setelah melihat hasil akhirnya, Ariyo Wahab dan Marsha Timothy sangat kagum. Dalam menjelaskan background adegan pun, Mouly Surya sangat detail termasuk perkara kecelakaan pesawat.

“Saya jadi memikirkan detailnya. Sempat pas kita syuting, ada manggung di Semarang. Lo kok tiba-tiba saya keringat dingin. Wah kacau ini Mouly. Terus tiba-tiba saya kepikiran film Final Destination. Sampai begitu,” pungkas Ariyo Wahab.

Selain Ariyo Wahab dan Marsha Timothy, Tukar Takdir yang tayang di bioskop mulai 2 Oktober 2025 diperkuat performa Adhisty Zara, Meriam Bellina, Marcella Zalianty, Teddy Syach, Roy Sungkono hingga Hannah Al Rashid.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Harry Styles Diundang ke Pernikahan Taylor Swift, Tapi Pilih Absen Karena Alasan Ini

Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan