6 Fakta Film Perempuan Pembawa Sial, Usung Mitos Bahu Laweyan dan Bawang Merah Bawang Putih

Perempuan Pembawa Sial tayang di bioskop Indonesia mulai 18 September 2025. Film karya Fajar Nugros ini mengusung mitos dari Jawa, bahu laweyan.

Diterbitkan 26 September 2025, 12:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

4. Sajikan Budaya yang Autentik

 

Untuk menghidupkan kisah yang kental budaya Jawa dan Minang, para aktor tampil total. Sebagai Bana, Morgan Oey, belajar memasak rendang agar gerakannya terlihat natural dan meyakinkan di depan kamera. Rendang dipilih bukan tanpa alasan.

“Kenapa rendang, karena ada spesifiknya. Rendang masakan khas almarhumah ibunya Bana. Tiap masak atau makan rendang, itu mengingatkan Bana akan rumah. Dia perantauan dari Padang ke Yogyakarta,” ber tahu Morgan Oey di Jakarta, baru-baru ini.

 

5. Dongeng Bawang Merah Bawang Putih

 

Meskipun tidak secara harfiah mengadaptasi cerita Bawang Merah Bawang Putih, film ini mengambil esensi penderitaan dan ketidakadilan dari dongeng tersebut sebagai fondasi narasi.

Karakter Mirah merepresentasikan sosok yang terus-menerus ditindas takdir dan lingkungan sekitarnya. Bana hadir sebagai cerminan sekaligus mentor Mirah dalam menghadapi romantika hidup.

 

6. Dongeng Dibalut Karma Gelap

Perempuan Pembawa Sial mengeksplorasi konsep karma secara brutal: apakah kutukan yang menimpa Mirah adalah takdir buta, atau buah dari perbuatan di masa lalu yang kini datang menagih balas?

Lapisan cerita ini memberi dimensi psikologis yang lebih dalam, menjadikan Perempuan Pembawa Sial bukan sekadar horor supranatural, tapi juga sebuah perenungan tentang nasib dan konsekuensi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan