Profil Acil Bimbo, Musisi Legendaris Pemerhati Budaya Sunda hingga Isu Lingkungan

Suara Acil Bimbo memang tak lagi bisa didengar secara langsung. Namun karya dan jejak yang ia tinggalkan akan selalu berkumandang.

Diterbitkan 02 September 2025, 11:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Sampai kini, hanya beberapa saja buku sejarah yang membahas tentang kebudayaan Sunda," kata Acil, saat menjadi pembicara diskusi bersama dengan seniman dan budayawan Sunda di Gedung Kesenian, Kota Tasikmalaya pada 2009.

Kala itu, ia menyorot permasalahan ini terjadi karena orang Sunda sendiri lebih cenderung memegang budaya lisan dibandingkan budaya tulis sehingga kurang menyimpan banyak rujukan yang membahas tradisi mereka.

Pemerhati Isu Pecinta Lingkungan

Tak hanya itu, mendiang Acil Bimbo punya kepedulian terhadap isu lingkungan hidup. Pada 2010, Antara mewartakan bahwa ia juga mengkritisi kerusakan hutan di Jawa Barat, tepatnya di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkubanparahu.

Kang Acil menyebutkan kawasan Tangkubanparahu adalah hutan lindung dan masuk dalam Kawasan Bandung Utara (KBU). Untuk itu, tidak sembarangan untuk melakukan pembangunan atau perubahan di kawasan itu karena harus memperhatikan aspek lingkungan dan kearifan lokal di wilayah tersebut.

Kini suaranya--baik saat bernyanyi maupun mengumandangkan isu budaya dan lingkungan--memang tak lagi bisa didengar secara langsung. Namun karya dan jejak yang ia tinggalkan akan selalu berkumandang. Selamat jalan, Kang Acil Bimbo...

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan