Eksklusif Jourdy Pranata Bintang Film Jodoh 3 Bujang, Dulu Jadi Kru TV Swasta, Kini Aktor Box Office

Jadi pemeran utama film Jodoh 3 Bujang yang akan tayang di bioskop mulai 26 Juni 2025, aktor Jourdy Pranata mengenang perjalanan karier dari titik nol.

Diterbitkan 23 Juni 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Didapuk sebagai pemeran utama film Jodoh 3 Bujang yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 26 Juni 2025, nama Jourdy Pranata kini jadi omongan. Perjalanannya menuju pemeran utama tak bisa dibilang pendek.

Memulai karier di layar lebar via film Aku, Kau dan KUA dalam porsi mini, Jourdy Pranata kemudian beberapa kali mencetak box office di antaranya Kukira Kau Rumah dan Pengabdi Setan 2: Communion yang merangkul 6 jutaan penonton.

Dalam film Jodoh 3 Bujang, Jourdy Pranata memerankan Fadly yang diminta ayahnya (Arswendy Bening Swara) nikah kembar dengan kedua adiknya, Kifli (Christoffer Nelwan) dan Ahmad (Rey Bong). Tujuannya, agar menghemat biaya.

Lebih dari 20 film telah dibintangi Jourdy Pranata. Untuk mencapai titik ini, putra pasangan Hasbi Burhanuddin dan Rita Ismail melewati jalan berliku. Aktor adalah cita-citanya sejak kecil. Dari kecil, Jourdy Pranata suka menonton TV dan bioskop.

Ia mencermati para pelakon yang muncul di layar kaca maupun lebar. Semula, sang ayah tak setuju Jourdy Pranata menjadi aktor. Dalam sesi wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta, baru-baru ini, Jourdy Pranata berbagi kisah.

Jadi Talent Koordinator Agnez Mo

Jourdy Pranata sempat mengubur mimpi jadi aktor karena tak satupun orang dari keluarga besarnya berkecimpung di dunia seni. Ayah ibunya berbisnis. Begitu pula om dan tante. Ia berpikir tak punya koneksi ke industri seni peran.

“(Keluarga saya) orang Padang, yang ini jualan makanan, yang lain jualan baju di Tanah Abang Jakarta. Bisnis banget. Saat SMA saya hampir menyerah dan berpikir: Ya sudahlah, jadi orang kantoran saja deh,” kata Jourdy Pranata.

Ia lantas kuliah jurusan Ilmu Komunikasi agar bisa kerja di mana saja sebagai PR. Selama ini, ilmu komuniksi dinilai fleksibel dan bisa berkarya di bidang mana pun. Perkenalan Jourdy Pranata dengan dunia seni dimulai dengan modal nekat.

“Saat itu coba iseng-iseng main iklan, jadi model untuk teman yang buka lini busana di Bandung. Lalu saya ingat, oh dulu punya mimpi kerja di depan kamera. Bagaimana caranya ya? Karena saya jurusan PR, coba ambil pekerjaan di TV,” kenangnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Gara-gara jadi model iklan, Jourdy Pranata lantas mengejar impian lama jadi aktor. Jalan menuju ke profesi ini dimulai dengan menjadi talent koordinator di salah satu stasiun televisi swasta. Jourdy Pranata memegang sejumlah program. Salah satunya, The Voice Kids. Ia menjadi talent koordinator Agnez Mo. Sebagai kru, Jourdy Pranata mengurusi banyak hal dari penjadwalan hingga negosiasi bujet alias honor artis. Dari sini, ia belajar banyak hal. Yang terpenting: etika kerja. “Yang paling penting sebenarnya, aku belajar adalah soal attitude. Bagaimana cara industri kita ini, karena kerja tim, enggak ada lo divanya. Aku belajar bahwa kru juga punya andil. Kita juga kerja capai,” Jourdy Pranata mengenang.

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan