Anime Yaiba Jadul Dibuat Ulang, Berharap Tak Seperti 6 Judul yang Diperbarui tapi Bikin Fans Kecewa, Termasuk Digimon dan Sailor Moon

Melihat betapa seriusnya tim di balik layar anime Shin Samurai-den Yaiba, tentunya para penggemar berharap buat ulang dari anime lawas ini benar-benar mendapatkan sambutan positif dan tidak menimbulkan kekecewaan seperti halnya sejumlah buat ulang atau versi baru dari sejumlah anime lawas.

Diterbitkan 10 Februari 2025, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Episode terbaru anime Detective Conan yang tayang pada Sabtu (8/2/2025) lalu, mengumumkan melalui video kolaborasi bahwa Shin Samurai-den YAIBA, anime terbaru dari manga Yaiba karya Aoyama Gosho, akan tayang perdana pada 5 April 2025.

Anime ini akan mengudara di sejumlah jaringan televisi Jepang pada pukul sore hari waktu setempat, tepat sebelum jadwal tayang Detective Conan yang berlangsung setelahnya. Dengan demikian, kedua anime dari kreator yang sama ini, akan membentuk blok tayangan spesial bertajuk “Gosho Aoyama Hour” setiap Sabtu.

Tiga episode pertama Shin Samurai-den YAIBA bahkan akan mendapatkan pemutaran awal di 10 lokasi TOHO CINEMAS pada 13 Maret 2025. Acara ini juga akan menampilkan video diskusi meja bundar yang melibatkan sang kreator, Aoyama Gosho, bersama sutradara Takahiro Hasui dan desainer karakter Yoshimichi Kameda.

Melihat betapa seriusnya tim di balik layar anime Shin Samurai-den YAIBA, tentunya para penggemar berharap buat ulang dari anime lawas ini benar-benar mendapatkan sambutan positif dan animo yang besar dari fans jadul. Namun begitu, perlu diingat bahwa harapan fans bisa saja tak sesuai.  

Meskipun sosok Yaiba Kurogane terbilang ikonis pada masanya, yakni seorang bocah samurai yang terinspirasi oleh pendekar pedang legendaris Miyamoto Musashi, namun kembalinya karakter ini pada era sekarang, tampaknya membutuhkan upaya lebih dari tim cerita dan animator agar tak terkesan memaksakan diri.

Pasalnya, seperti diketahui sejumlah penggemar anime, terdapat beberapa judul buat ulang yang pada akhirnya mengundang kritikan para penggemar. Baik itu dari segi cerita, kualitas animasi dan aktor suara, hingga hal-hal esensial yang tak dimunculkan.

Lalu, apa sajakah judul-judul anime yang dibuat ulang namun malah membuat fans kecewa dan diterpa kritik? Yuk kita intip deretannya.

1. Digimon Adventure

Digimon Adventure yang sangat berkesan pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, dibuat ulang dan tayang pada 2020 lalu. Sayangnya, versi barunya malah mendapat banyak kritik atas narasinya yang kurang kuat, pendekatan karakter yang mengecewakan, serta kesulitan dalam menarik audiens baru.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Meskipun begitu, serial ini tetap memiliki momen-momen menarik yang mendapat respons lebih positif dari penggemar dan kritikus. Episode awal Digimon Adventure: (2020) mendapatkan respons beragam dari kritikus. Nilai produksi serial ini dipuji, tetapi beberapa pihak mengkritik penggunaan kembali elemen cerita dari produksi sebelumnya, terutama dari film Digimon: Our War Game!. Seiring berjalannya seri, kritik terhadap aspek-aspek ini semakin diperjelas oleh berbagai media pop kultur dan anime. Sepanjang penayangannya, Digimon Adventure: sering mendapat kritik tajam, terutama pada struktur naratifnya yang dianggap lemah serta kurangnya ide-ide kreatif dalam pengembangan cerita dan karakter. Serial ini dianggap memiliki referensi gaya yang ditujukan bagi audiens lama, tetapi target pasarnya dianggap tidak jelas. Media seperti Manga-News mempertanyakan legitimasi arah serial ini dalam konteks tujuan yang sama dengan Digimon Adventure: Last Evolution Kizuna. Pada akhir tahun 2020, Anime News Network memasukkan Digimon Adventure: sebagai salah satu "Anime Terburuk 2020". Serial ini disebut sebagai kegagalan dan peluang yang terbuang, dengan kritik utama pada kurangnya perencanaan dari tim produksi. Reaksi dari penggemar dan penonton sangat beragam sepanjang penayangan serial ini. Beberapa media dan penyiar internasional mencatat bagaimana pendapat publik terbagi dua. Daniel Dockery, penulis senior Crunchyroll, memahami kekecewaan penonton, terutama terkait dengan fokus berlebihan pada Tai Kamiya.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan