Donald Trump Terapkan Kebijakan Hanya Mengakui Dua Jenis Kelamin di AS, Ariana Grande dan Band Rock Garbage Bersikap Senada

blm,Donald Trump Terapkan Kebijakan Dua Gender di AS, Ariana Grande dan Band Rock Garbage Bersikap Senada

Diterbitkan 23 Januari 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kebijakan ini dituangkan dalam perintah eksekutif berjudul "Defending Women From Gender Ideology Extremism and Restoring Biological Truth to the Federal Government".

Dokumen tersebut menetapkan bahwa jenis kelamin hanya akan diakui berdasarkan definisi biologis dan fisiologis, melarang perubahan penanda gender pada dokumen federal, seperti paspor, yang sebelumnya diizinkan oleh pemerintahan Joe Biden.

Langkah ini secara langsung menghapus pengakuan terhadap identitas transgender dan nonbiner di tingkat federal. Data dari UCLA menunjukkan bahwa sekitar 1,6 juta warga Amerika yang mengidentifikasi diri sebagai transgender akan terdampak oleh kebijakan ini.

Dampak dan Kritik

Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran besar di kalangan komunitas LGBTQ+ dan para pendukungnya. Selain Ariana Grande dan Garbage, banyak figur publik lainnya menyuarakan kekecewaan mereka.

Penyanyi Norwegia AURORA, misalnya, menyampaikan dukungan emosional kepada komunitas transgender di Amerika Serikat, "Hak untuk menjadi diri kita yang sejati adalah vital. Saya ingin kalian tahu bahwa hati saya bersama kalian."

Kebijakan ini juga menjadi bagian dari serangkaian langkah kontroversial Trump sejak menjabat kembali. Selain kebijakan dua gender, ia menarik Amerika Serikat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), membatalkan Perjanjian Paris tentang iklim, menghapus kewarganegaraan otomatis bagi bayi yang lahir di AS, dan memberikan pengampunan kepada mereka yang terlibat dalam kerusuhan Capitol pada 6 Januari 2021.

Bagi sebagian pihak, kebijakan Donald Trump dianggap sebagai upaya untuk mengembalikan "nilai-nilai konservatif". Namun, bagi yang lain, langkah ini hanya memperdalam polarisasi dan memperburuk diskriminasi terhadap kelompok rentan.

Di tengah kontroversi ini, komunitas LGBTQ+ berjanji untuk terus berjuang demi pengakuan dan kesetaraan. Pesan solidaritas dari tokoh-tokoh seperti Ariana Grande, Garbage, dan banyak lainnya menjadi penanda bahwa perjuangan mereka tidak sendirian.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan