Rage Against The Machine Berjaya Lagi di Kancah Musik Dunia, Lagu Killing In The Name Raih Satu Miliar Stream di Platform Musik

Tom Morello juga mengkritik beberapa penggemar Rage Against The Machine yang keliru memahami politik progresif yang selalu diperjuangkan oleh dirinya dan anggota band lain.

Diterbitkan 12 Januari 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Meski demikian, lagu ini malah digunakan oleh peny interrogator AS untuk menyiksa tahanan di kamp penahanan Guantánamo Bay, dengan memutarnya pada volume penuh selama sesi pengucilan sensor.

 

Kampanye Online

Pada tahun 2009, sebuah kampanye online untuk menempatkan "Killing In The Name" di puncak tangga lagu Natal Inggris, berhasil mengalahkan juara tetap dari acara talent show "The X Factor". Kampanye ini didukung oleh Dave Grohl, Paul McCartney, dan THE PRODIGY.

Kampanye tersebut berhasil membuat Rage Against The Machine meraih rekor dunia Guinness untuk lagu digital terlaris di Inggris, dengan 502.672 unduhan hanya dalam waktu satu minggu.

Pada 2022, Morello kembali menulis di akun Twitter resminya: "Bagi kalian yang tersinggung dengan politik saya di Twitter atau Instagram, ketahuilah itu karena kalian tidak cukup cerdas untuk memahami apa yang sebenarnya terkandung dalam musik yang kalian dengarkan selama ini. Untuk musiknya, saya ucapkan terima kasih, tetapi jika kalian seorang supremasi kulit putih atau proto-fasis, musik itu bukan untuk kalian. Itu ditulis untuk melawan kalian."

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan