Desainer Dwi Iskandar Bicara Fashion Berkelanjutan, Minim Sampah di Koleksi Terbaru untuk Dunia Seni

Desainer Dwi Iskandar menjelaskan, belakangan banyak orang berfokus pada sustainable fashion berkelanjutan tapi tak sedikit yang kurang paham detailnya.

Diperbarui 07 Juli 2024, 22:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Kalau ada baju lama, kira-kira diapakan lagi ya. Jadi, saya ajak mereka berkreasi ditambahkan detail ini itu agar menjadi look yang bagus dan baru lagi. Ini waktunya kita bereksperimen lagi untuk mencari sesuatu yang tak biasa,” beri tahu Dwi Iskandar.

Karya-karya Desainer Lokal

Dalam kesempatan itu, Director of Marketing The Apurva Kempinski Bali, Melody Siagian, menjelaskan, Path to Sustainable Growth sejalan dengan kampanye Powerful Indonesia yang didengungkan tahun lalu dengan mengajak seniman lintas bidang termasuk desainer lokal.

“Kami selalu menunjukkan karya-karya desainer lokal, mendukung dari sisi promosi maupun story termasuk visi dan misi yang sama dengan kami, misalnya mempromosikan budaya Indonesia,” Melody Siagian memaparkan.

Sebagai contoh, bila tamu datang ke The Apurva Kempinski Bali, mereka akan bertemu lobby ambassador memakai pakaian adat dari Sumatra sampai Papua yang koleksinya berganti tiap dua bulan sekali. Pihaknya berkolaborasi dengan desianer lokal Dwi Iskandar.

Untuk kostum Lady in Red, Melody Siagian dan tim bekerja sama dengan desainer lokal Torang Sitorus dan Franklin Firdaus. Komitmen mendukung fashion lokal sejatinya tak pernah padam. Selain seni, The Apurva Kempinski Bali juga menyentuh aspek sosial budaya.

“Kami mengampanyekan the heritage of Indonesia. Kemarin kami meluncurkan galeri of art Gawai Dayak Festival 2024 untuk melestarikan budaya Kalimantan. Untuk sosial kami bekerja sama dengan Politeknik Negeri Bali dengan Sumba Hospitality Foundation,” pungkasnya.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan