Badarawuhi di Desa Penari Dibuat Format IMAX, Manoj Punjabi dan Maudy Effrosina Buka 6 Fakta Ini

Manoj Punjabi memproduksi film Badarawuhi di Desa Penari dalam format IMAX. Trailer dan poster resminya diperkenalkan kepada publik pada Rabu (6/3/2024).

Diperbarui 08 Maret 2024, 00:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

4. 3 Kriteria untuk Format IMAX

Manoj Punjabi bilang, untuk mendapat sertifikasi dari IMAX pun, ada sejumlah kriteria yang mesti dipenuhi. Pertama, soal kamera. “Jadi kameranya seingat saya ada 7 yang approve jadi kita hanya bisa pakai 7 kamera itu untuk syuting IMAX. Itu kriteria pertama,” paparnya.

Kriteria kedua siapa sutradaranya. Terakhir, siapa director of photography-nya. Ini terkait kesaunggupan penata kamera menggunggakan peranti syuting agar gambar yang dihasilkan memenuhi kualifikasi pihak IMAX. Manoj Punjabi bersyukur, tahun lalu semua terpenuhi.

 

5. Sensasi Syuting IMAX

Maudy Effrosina menjelaskan, syuting Badarawuhi di Desa Penari dilakukan di Yogyakarta dan Jakarta selama 36 hari. Rinciannya, 80 persen adegan diambil di Kota Gudeg. Di Jakarta, syuting dilakukan di studio.

“Jujur ini film tercapek selama aku syuting. Teknisnya banyak banget. Di sini kalau nanti kalian menonton banyak banget teknis dan hal detail adegan. Beda banget, itu luar biasa diperhatikan,” Maudy Effrosina berbagi kesan.

 

6. Alasan Badarawuhi Diformat IMAX

Seperti diketahui, sepanjang 2024, MD Pictures memproduksi sejumlah film menjanjikan dengan genre beragam. Pertanyaan yang kemudian muncul, mengapa Badarawuhi di Desa Penari yang dipilih untuk format IMAX. Manoj Punjabi rupanya punya alasan khusus.

“Kalau Anda perhatikan, jarang film drama (diformat IMAX). Komedi yang di-IMAX juga enggak ada. Memang kebanyakan film action, fantasy, atau adventure. Film Badarawuhi di Desa Penari punya IP box office. Jadi tepat strategi ini,” pungkas Manoj Punjabi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan