Arie Untung Berduka, Ini Kronologi Sakit Ayah hingga Berpulang

Arie Untung baru saja kehilangan sang ayah. Fenita Arie ungkap kronologi meninggalnya ayah mertua.

Diterbitkan 19 Juli 2026, 06:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ayah Arie Untung, H. Untung Rumekso, meninggal dunia pada usia 86 tahun.
  • Kondisi memburuk setelah jatuh, operasi, dan asma kambuh.
  • Organ vital melemah akibat obat dan usia lanjut sebelum berpulang.

Liputan6.com, Jakarta - Ayahanda Arie Untung, H. Untung Rumekso, meninggal dunia pada Sabtu (18/7/2026) di usia 86 tahun. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Menantu almarhum, Fenita Arie, mengungkap kronologi kondisi kesehatan sang mertua sebelum akhirnya berpulang.

Menurut Fenita, masalah kesehatan bermula ketika H. Untung Rumekso mengalami kecelakaan jatuh. Mengingat usia almarhum yang sudah lanjut, keluarga memutuskan untuk segera membawanya ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis secara optimal.

"Awalnya jatuh karena memang usianya sudah sepuh, sudah 86 tahun. Akhirnya diputuskan dibawa ke rumah sakit karena kalau pakai cara tradisional prosesnya akan lebih lama," ujar Fenita Arie saat ditemui di TPU Kampung Kandang, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7/2026).

Sempat Jalani Operasi, Asma Kambuh

Di rumah sakit, tim medis memutuskan melakukan tindakan operasi. Proses operasi disebut berjalan dengan lancar. Namun, setelah tindakan tersebut, kondisi kesehatan H. Untung Rumekso justru mengalami penurunan.

Fenita menjelaskan bahwa penyakit asma yang telah lama diderita sang mertua kembali kambuh. Selain itu, tubuh almarhum diduga tidak mampu menerima efek dari berbagai obat yang diberikan selama proses perawatan.

"Nah, dari rumah sakit itu ternyata asmanya beliau kambuh. Operasinya alhamdulillah lancar, tapi mungkin karena kena obat-obatan dan sebagainya, Pukung nggak kuat," tutur Fenita.

Organ Vital Mulai Melemah

Seiring berjalannya waktu, kondisi organ-organ vital almarhum juga ikut menurun. Fenita mengungkapkan bahwa fungsi paru-paru, jantung, hingga ginjal mengalami gangguan selama menjalani perawatan intensif.

Menurutnya, hanya satu sisi paru-paru yang masih dapat berfungsi. Selain itu, terjadi pembengkakan pada jantung, sementara fungsi ginjal ikut melemah akibat banyaknya obat yang harus diterima tubuh selama menjalani pengobatan.

"Dari paru-parunya cuma bisa sebelah yang berfungsi. Jantungnya juga ada pembengkakan. Ginjalnya mungkin juga karena terlalu banyak obat yang dimasukkan, jadi sudah tidak kuat," ungkap Fenita.

Sempat Dirawat di ICU Sebelum Berpulang

Malam sebelum meninggal dunia, kondisi H. Untung Rumekso dikabarkan memburuk. Tim medis bahkan sempat melakukan tindakan pemompaan dada saat almarhum menjalani perawatan di ruang ICU.

Meski denyut jantung sempat kembali, keluarga akhirnya mengikhlaskan kepergian H. Untung Rumekso yang meninggal dunia pada pukul 23.14 WIB.

"Semalam memang drop banget, sempat dipompa dadanya. Sempat balik lagi, sampai akhirnya jam 11.14 malam kami sekeluarga sudah ikhlas," kata Fenita.

Jenazah H. Untung Rumekso dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Jakarta Selatan, pada Sabtu (18/7/2026), dihadiri keluarga dan kerabat yang memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Alasan Yang Se Jong Bintangi Drakor Spooky In Love, Meski Aslinya Takut Hantu

Rahmi SafitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan