Achmad Megantara Petik Pelajaran Berharga di Film Ibadah & Cinta, Perankan Karakter Agnostik

Achmad Megantara mengaku mendapat banyak pelajaran.dalam perannya di film Ibadah & Cinta.

Diterbitkan 18 Juli 2026, 21:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Achmad Megantara perankan Riko, pemuda agnostik yang belajar pentingnya pertobatan.
  • Film "Ibadah & Cinta" adalah drama religi tentang cinta, pengorbanan, kehilangan, dan keikhlasan.
  • Film ini hadir melalui trailer, OST, dan novel untuk pemahaman cerita yang utuh.

Liputan6.com, Jakarta - Aktor Achmad Megantara mendapat tantangan baru lewat perannya sebagai Riko di film Ibadah & Cinta. Riko digambarkan sebagai pemuda yang tumbuh besar di luar negeri sehingga memiliki pemahaman agama yang minim.

"Peran Riko ini agnostik. Dia ceritanya besar di luar negeri. Jadi pas besar itu lumayan kurang dapat pelajaran agama. Bapaknya jadi orang yang 'main-main' lah," tutur Megantara di Plaza Senayan, Jakarta, Sabtu (18/7/2026).

Melalui karakter Riko, Achmad Megantara mengaku mendapat banyak pelajaran. Ia menilai film ini mengajarkan bahwa pintu pengampunan dan pertobatan selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin memperbaiki diri.

"Yang namanya tobat, namanya kita bersalah, tidak akan pernah ada kata terlambat untuk selalu bertobat, untuk minta maaf kepada Tuhan kita masing-masing. Karena yang saya tahu, sebelum meninggal pintu tobat selalu terbuka," kata Megantara.

Sementara itu, sutradara Jastis Arimba menjelaskan bahwa karakter Riko menjadi bagian penting dari dinamika keluarga yang diangkat dalam film ini. Ia mengemas kisah drama religi tersebut dengan pendekatan yang hangat agar mudah diterima berbagai kalangan.

 

Tiga Kunci dalam Film

"Ini drama romance keluarga bernapas religi. Core cerita kita memaknai cinta, kehilangan, dan hubungan keluarga. Tapi pada akhirnya ini film keluarga yang layak ditonton seluruh masyarakat Indonesia karena ceritanya hangat dan menggugah," jelas Jastis Arimba.

Eksekutif Produser Budi Yulianto menambahkan bahwa film "Ibadah & Cinta" tidak hanya menghadirkan kisah romansa, tetapi juga mengangkat nilai pengorbanan, kehilangan, dan keikhlasan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Ada tiga kunci, pertama jatuh cinta yang sifatnya universal. Kedua, pengorbanan. Setiap jatuh cinta kita harus berkorban. Tapi kadang pengorbanan itu belum cukup dan bahkan kita harus kehilangan. Terakhir yang sulit adalah mengikhlaskan apa yang hilang dari kita. Nah, itu diceritakan secara utuh. Bukan hanya jatuh cinta terhadap pasangan, tapi juga kepada keluarga dan orang-orang di sekitarnya," urai Budi.

Hadir dalam Beragam Medium

Daya tarik lain film karena diperkenalkan melalui 3 medium sekaligus, yakni trailer & poster, original soundtrack, hingga novel. Ketiganya sengaja dihadirkan menyertai film ini untuk memberikan gambaran utuh kepada masyarakat.

"Kita mau menggambarkan dari sisi karakter. Kalau dari value, kita ingin menyampaikan bahwa ini bukan cuma romansa saja, tapi juga ada hal-hal yang relatable dengan kehidupan. Kita kan ada medium lain, misalnya OST. Kita ingin ketika orang melihat trailernya, mendengar musiknya, dan membaca novelnya, mereka bisa memahami keseluruhan ceritanya," jelas Rendy Gunawan selaku produser.

Respons Mathias Muchus

Sementara itu, aktor senior Mathias Muchus sangat antusias menantikan penayangan film tersebut setelah proses yang cukup panjang. Ia merasa cerita dalam film Ibadah & Cinta mengingatkannya pada makna cinta yang lebih mendalam.

"Ini film yang saya tunggu-tunggu, sudah satu tahun loh ini. Gereget saya nunggu ini. Kembali terlintas di benak saya cinta yang satu itu," ucap Mathias Muchus.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Saksikan Sinetron Kisah Nyata Pagi, Minggu 19 Juli Pukul 08.00 WIB di Indosiar

M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan