Bless The Knights Meluncurkan Single Bertajuk Mjölnir

Bless The Knights berharap single mereka akan kembali dengan baik.

Diperbarui 18 Juli 2021, 23:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Didera beberapa kali pergantian formasi atau personel tidak menyurutkan semangat Bless the Knights untuk terus berjuang di ranah musik ekstrim yang tersegmentasi. Masa pandemi menjadi momentum tepat untuk mengeksekusi kebangkitan unit progressive metal/djent asal Tangerang ini. 

Sebuah single fresh sarat manuver teknikal bertajuk “Mjölnir” dirilis pada 17 Juli 2021 dalam format audio stream yang keesokan harinya akan tersedia di berbagai platform digital, lalu disusul peluncuran video versi ‘guitar playthrough’ pada pertengahan hingga akhir Agustus 2021 mendatang. 

Kenapa judulnya “Mjölnir”? Seperti diketahui, ‘Mjölnir’ ini adalah sebutan untuk senjata palu dari Thor, karakter fiksi pahlawan super yang dipopularkan Marvel Comics. Nah, seperti palu Thor yang bisa kembali ke tangannya setelah dilontarkan ke musuh, gitaris Fritz Faraday ingin Bless the Knights bisa kembali ke tangannya. Dalam arti benar-benar sesuai dengan visi yang diinginkannya.  

“Gue ingin menunjukkan ‘palu’ gue yang lama hilang balik kembali. Itu basic (pemikiran) yang mendorong gue untuk bikin karya ini. Gue harus mempertahankan ciri dari Bless the Knights, yaitu agresif, teknikal, tapi catchy di reff-nya,” ujar Fritz, yang juga merupakan otak utama di balik terciptanya Bless the Knights.

 

 

 

 

 

 

Format

Fritz menyebut “Mjölnir” yang diletupkan dalam format instrumental tersebut sebagai pencapaian terbaiknya sejauh ini. Tidak hanya pola komposisi yang digarap cukup lama, namun juga dalam hal produksi. Ia mengaku sampai harus bolak-balik revisi untuk mendapatkan detail suara yang dihasratkannya, saat menjalani tahapan mixing dan mastering.

Tapi kali ini, Fritz mendapat sentuhan magis dari Ricky Aprianto dari Rostels Records, yang memoles sound “Mjölnir” menjadi lebih heavy, sekaligus sinematik. Fritz merasa bersyukur karena akhirnya dipertemukan dengan Ricky yang ia anggap jenius dan paham betul apa yang ia inginkan, khususnya dalam pengolahan sound rekaman.

“Kare

na gue pengin lagu ini sedetail mungkin. Gue pengin unsur sinematik-nya ‘keluar’, dan banyak layering. Itu yang susah. Karena ini lagu instrumental, permainan solo gitar gue di situ juga ibarat puncak dari keseluruhan bagan lagu. Teknis sih. Jujur, gue memang belum puas dengan hasil mixing dan mastering (di album) sebelumnya,” papar Fritz, meyakinkan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Konsep “Mjölnir” sendiri - jika ditinjau dari sudut musikal - bisa dibilang merupakan perpanjangan dari formula yang diaplikasikan Fritz saat menggarap album “Dunamous” (2018). Fritz tidak mendengarkan referensi apa pun saat menulis komposisinya, dan berusaha mengikuti kata hatinya seorisinal mungkin. “Sebenarnya ‘Dunamous’ sama ‘Mjölnir’ itu kayak anak kembar, dilihat dari sinematik, groove dan solo gitarnya. Konsepnya sama. Gue kayak bikin versi cloning-nya, tapi lebih bebas. Karena gue jalan sendiri sekarang jadi nggak ada tekanan. Dengan dramer yang sekarang kami coba bermain lebih dynamic, makanya groove-nya enak banget.”

Halaman
Show All
Liputan6.com, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan