Liputan6.com, Jakarta - Langganan berperan sebagai antagonis, Teuku Rifnu Wikana kembali dengan karakter semacam ini dalam film horor kriminal bertajuk Memburu Pemangsa yang akan tayang besok, Kamis, 24 September 2026. Dalam perannya, Rifnu berlakon sebagai pemangsa anak-anak yang menjadi isu utama dalam film garapan Umay Shahab ini.
Dengan mengangkat isu kekerasan terhadap anak yang cukup sensitif, Umay Shahab selaku sutradara mengungkapan bahwa Rifnu sempat berkonsultasi dengan psikolog dalam mendalami karakternya agar tetap sesuai dengan batasannya.
“Jadi kita sempat temui Pak Rifnu juga dengan psikolog untuk mendiskusikan karakternya. Bagaimana menjaganya, karena agar enggak kelewat batas. Itu menurut kita penting sekali untuk membahas isu ini, ini kan isu yang sangat-sangat sensitif. Bagaimana bisa menampilkannya juga tidak eksploitatif,” ujarnya dalam jumpa pers film Memburu Pemangsa di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Aktor berusia 46 tahun tersebut pun menambahkan bahwa dirinya sempat terganggu secara psikologis karena memerankan karakter yang cukup berat. “Yang jelas ini kan peran yang berat banget buat saya yang punya anak juga yang memang secara psikologis memang benar-benar keganggu banget,” tutur Teuku Rifnu.
Namun, melalui konsultasi bersama psikolog membuatnya merasa sedikit lebih mudah karena dibantu untuk mengarahkan tujuan utama dirinya perankan sang pemangsa.
“Syukurnya psikolog ini memang dia coba menuntun kira-kira tujuan kamu itu apa sebenarnya dan dia coba mengajak saya ngobrol,” tambahnya.
Doa Rifnu Sebelum Ambil Peran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354945/original/006150900_1790067013-MP_PressCon_29__Credit_-_POPLICISTS_Publicist_Arman_Febryan_.jpeg)
Ia juga menyampaikan doanya sebelum dirinya mengambil peran tersebut dan berharap melalui film Memburu Pemangsa ini dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat terhadap isu kekerasan terhadap anak tersebut.
“Saya manusia lemah, saya tidak mampu memainkan karakter ini dan saya tahu ini dosa banget. Ini adalah manusia di atas iblis. Tolong izinkan saya memainkan karakter ini agar saya bisa memberikan contoh kepada masyarakat luas agar mereka bisa menjaga anaknya dan mereka bisa menjaga keluarganya,” ucapnya.
Karakter yang Memilih Aktor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354921/original/074849200_1790066600-MP_PressCon_10__Credit_-_POPLICISTS_Publicist_Arman_Febryan_.jpeg)
Sementara itu, Umay pun mengatakan alasan dipilihnya Rifnu sebagai karakter sang pemangsa yang menurutnya karakter itu sendiri yang memilih Rifnu sebagai pemerannya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355619/original/023680000_1790138067-FALSE__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353576/original/002126400_1789969776-cek_fakta_-_papua.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356083/original/074303800_1790152592-cek_fakta_-_alat_pertanian_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530155/original/014163800_1773393051-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-13T144903.412.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354943/original/062057300_1790066944-MP_PressCon_31__Credit_-_POPLICISTS_Publicist_Arman_Febryan_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355989/original/036303600_1790149495-the-scandal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355573/original/061921000_1790136679-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_11.08.25.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326712/original/086597200_1787034072-063_1438843136.jpg)