Sukses

Sinetron SCTV Sinetron Dari Jendela SMP: Joko Kesal Karena Prapto Selalu Bikin Masalah, Senin 5 Oktober 2020

Liputan6.com, Jakarta Dari Jendela SMP kali ini Indro tampak terpuruk jalan. Lemas sekali. Ia benar benar merasa orang yang paling tak beruntung di dunia. Ibunya telah tiada karena ayahnya yang jahat. Indro benar-benar sesak.

Dan, Dari Jendela SMP makin seru. Lukman sudah membawa amplop. Kematian Nilam jadi impact besar buat Lukman. Ia akan dikejar rasa bersalah ini seumur hidup. Ini satu satunya cara yang bisa Lukman lakukan untuk meringankan semuanya.

Prapto masih di teras. Tertegun pegang uang. Dan mau apa orang itu taruh uang di depan pintu Inah? Prapto lagi mikir.. Saat itulah Inah, Indro dan Joko melihat kalau Prapto memegang uang dari Lukman.

Inah tak peduli. Joko juga kesal tak henti-hentinya Prapto bikin masalah. Prapto minta Joko panggil dia “ayah” tapi Joko menjawab sedih.

Dari Jendela SMP selanjutnya...

 

2 dari 4 halaman

Paling Nelangsa

Indro langsung masuk kamar dan sedih, merasa malu sama Joko dan Inah. Papinya seperti itu. Sama sekali tak ada rasa bersalah atas apapun. Indro tetap merasa jadi orang paling nelangsa di dunia ini.

Gina terbangun dari tidurnya. Dan lihat Alya juga sudah tidur. Gina mau ke kamar mandi. Gina terusik dengan buku yang ada muncul di dekat tubuh Alya. Di bawah bantalnya. Gina jadi penasaran.

 

3 dari 4 halaman

Kaget Semua

Linda berusaha bangunkan Lukman. Wulan dan Satria juga ada di sana. Lukman akhirnya terbangun setelah meronta-ronta. Minta maaf terus. Lukman mimpi buruk. Lukman kaget semua ada di sana.

Semua salat. Wulan juga. Linda dan Satria juga. Salat subuh berjamaah. Lukman sendiri coba tenangin diri. Istighfar. Minta ampun sama Allah. Lukman tetap tak tenang. Stres.

 

4 dari 4 halaman

Ekspresi Tidak Suka

Inah lagi jalan. Dan kaget ada mobil Irfan berhenti di depannya. Dan Irfan pun menghampiri Inah. Lili baru ngeh Irfan mau ketemu. Langsung cemberut. Dan Inah melihat ekspresi ketidaksukaan Lili.

Roni, Indro dan Joko baru tiba di sekolah. Indro tampak masih lesu. Roni menceriakan suasana. Tapi gagal, Indro masih mellow dan muram. Indro sama sekali tak tertawa sama lelucon Roni.