5 Fakta Pengakuan Lidya Pratiwi Hidup di Penjara, Putus Asa Sampai Ingin Bunuh Diri

Lidya Pratiwi bicara soal kehidupannya di penjara.

Diperbarui 23 September 2020, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Karena keluarga adalah lingkungan pertama, garda terdepan aku. Tapi aku jatuh karena mereka," dia mengungkapkan.

Ingin Akhiri Hidup

Tak ada lagi angan-angan, Lidya Pratiwi seketika hancur mengetahui hari-harinya ke depan hanya dibatasi jeruji besi. Kondisi demikian semakin membuat perempuan 33 tahun ini terpuruk dan hidup dalam tekanan batin.

Yang terbersit dalam pikirannya kala itu, kata Lidya Pratiwi, adalah keinginan untuk mengakhiri hidup. Bukan sekali dua kali, keinginan tersebut muncul kala dirinya kembali putus asa dan sulit bangkit menatap hari-harinya ke depan.

KONTAK BANTUAN

Simak juga informasi berikut ini:

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Hernowo Anggie, Zulfa Ayu SundariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan