Leonardo DiCaprio: Diusir dari Lokasi Syuting hingga Menang Oscar

Leonardo DiCaprio memang telah melalui perjalanan panjang hingga sampai di podium Oscar.

Diterbitkan 02 Maret 2016, 06:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

James Cameron sedang mengarahkan Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet di film Titanic. foto: guardian

Namun popularitas ini ternyata tak disukainya. Ia merasa tak terhubung dengan dirinya yang dianggap publik sebagai idola. Beruntung baginya, setelah itu muncul idola-idola baru yang kemudian sedikit menutupi popularitasnya. Pasca Titanic, DiCaprio lantas memilih untuk membatasi diri dalam menerima wawancara media.

"Aku mungkin tak akan menyentuh popularitas seperti masa itu. Tapi aku tak berharap akan meraihnya lagi. Aku juga tak akan berupaya untuk mendapatkannya," katanya.

Martin Scorcese

Martin Scorcese

Leonardo DiCaprio bisa dikatakan muse, atau sumber inspirasi bagi sutradara besar Martin Scorcese. Sejak membintangi Gangs of New York di tahun 2002, ia nyaris tak pernah absen terlibat dalam film Scorcese selanjutnya.

Leonardo DiCaprio terlibat dalam lima dari enam judul film yang diarahkan Scorcese sejak 2002 hingga sekarang, yakni Gangs of New York, The Aviator, The Departed, Shutter Island, dan The Wolf of Wallstreet. Leonardo, begitu menghargai keberadaan Martin Scorcese dalam perjalanan kariernya.

"Menengok ke belakang pada hal-hal yang selama ini aku lakukan, semuanya berpusat pada kolaborasiku yang kebetulan bersama Marty (Martin Scorcese)," ujarnya dalam sebuah wawancara media.

Dari Satu Nominasi Ke Nominasi Lain

Dari Satu Nominasi Ke Nominasi Lain

Setelah What's Eating Gilbert's Grape, Leonardo DiCaprio kembali dinominasikan dalam Academy Awards. Yang pertama The Aviator (2005) dan selanjutnya Blood Diamond (2007). Keduanya, untuk kategori Aktor Terbaik.

Tahun 2014, ia dinominasikan kembali lewat The Wolf of Wallstreet. Tak hanya dalam kategori Aktor Terbaik, ia juga menggenggam kategori Film Terbaik, karena dalam film ini ia juga bertindak sebagai produser. Namun lagi-lagi ia tak menang.

Mengingat kemampuan akting dan banyaknya nominasi yang telah ia kumpulkan, penggemar Leonardo DiCaprio lantas heran mengapa ia tak kunjung kebagian piala Oscar. Meme tentang dirinya yang memimpikan Oscar pun kerap beredar.

Akhirnya, Oscar!

Akhirnya, Oscar!

Tahun lalu, Leonardo DiCaprio berkolaborasi dengan Alejandro G. Inarritu, Sutradara Terbaik Oscar 2015. Keduanya, bekerja bersama untuk film The Revenant. Untuk menghidupkan peran sebagai Hugh Glass, seorang pemburu yang nyaris mati, DiCaprio mesti merasakan derita lahir batin selama delapan bulan proses syuting.

"Saya bisa mengurutkan 30 sampai 40 hal tersulit yang harus saya lakukan di film ini. Entah itu berenang di sungai beku, tidur di bangkai hewan, atau menceritakan apa yang harus saya makan di lokasi syuting. Saya berada di kondisi yang sangat dingin dan berkemungkinan besar terkena hipotermia," kata DiCaprio.

Beban berat yang diembannya ini, tak memecahkan konsentrasinya. Justru ini menjadi bahan bakarnya dalam menghidupkan karakter Glass, yang akhirnya meyakinkan para juri Oscar, bahwa Leonardo DiCaprio layak menyandang predikat Aktor Terbaik.

Sekali lagi, selamat buat Leonardo DiCaprio!

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan