Kurangi Ketergantungan Migas, Radiant Utama (RUIS) Pacu Portofolio Geotermal

Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) memperbesar porsi energi baru dan terbarukan (EBT), khususnya geotermal, untuk meredam ketergantungan pada sektor migas.

Diterbitkan 11 September 2026, 17:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) memperbesar porsi bisnis energi baru dan terbarukan (EBT), khususnya sektor geotermal. Langkah diversifikasi ini dilakukan guna mengurangi ketergantungan perseroan pada sektor minyak dan gas (migas).

Direktur sekaligus Chief Operations Officer (COO) Radiant Utama Interinsco Soeharto Nurcahyono menguraikan, kontribusi portofolio geotermal dan EBT perseroan saat ini masih berada di kisaran 5 persen. RUIS membidik kenaikan kontribusi sektor ini menjadi 7 hingga 8 persen pada 2027.

"Kami tetap melakukan diversifikasi, khususnya ke arah sektor energi dan energi terbarukan, lebih khususnya geotermal. Saat ini di sekitar 5 persen, kami akan berusaha tingkatkan ke 7-8 persen," ujar Soeharto dalam gelaran Public Expose Live 2026, Jumat (11/9/2026).

Meski begitu, ia menegaskan realisasi target tersebut akan tetap disesuaikan dengan kapasitas internal perseroan. "Itu pun masih tergantung dengan kemampuan yang kami miliki, kompetensi resource, serta kemampuan bertahan," tambahnya.

 

Penyesuaian Skema Pendanaan

Soeharto optimistis peluang bisnis geotermal akan terbuka lebih lebar pada 2027. Guna menyambut prospek tersebut, perseroan mulai menyiapkan kapabilitas sumber daya manusia dan menjalin koordinasi dengan mitra pendanaan.

Ia membeberkan bahwa strategi pembiayaan proyek EBT memiliki karakteristik yang berbeda ketimbang proyek migas konvensional.

"Struktur pendanaan kami hingga saat ini lebih didesain untuk sektor migas. Untuk sektor geotermal sendiri, tentu saja kami akan terus berdiskusi dengan para partner pendanaan karena strategi pendanaannya memang berbeda," kata Soeharto.

 

Cari Sumber Pertumbuhan Baru

Kendati menggenjot EBT, manajemen menegaskan bahwa sektor migas masih menjadi pasar utama (core market) perseroan. Langkah merambah sektor geotermal, petrokimia, dan industri pendukung lainnya ditujukan untuk membuka keran pertumbuhan baru agar kinerja RUIS tidak ditopang oleh satu sektor tunggal.

"Kami perlu memperluas portofolio ke sektor geotermal, petrochemical, dan sektor industri lain yang menurut kami memiliki prospek perkembangan lebih baik ke depannya," pungkasnya.