IHSG Bakal Menguat, Cek Rekomendasi Saham Analis Hari Ini 2 September 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Rabu, (2/9/2026). Berikut strategi rekomendasi saham-nya.

Diterbitkan 02 September 2026, 07:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Rabu, (2/9/2026). IHSG hari ini akan menguji 6.615-6.666. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melanjutkan kenaikan 1,14% ke posisi 6.599 dan didominasi oleh volume pembelian yang meningkat pada penutupan perdagangan saham, Selasa, 1 September 2026.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave v dari wave ©, sehingga terdapat peluang lanjutan penguatan untuk menguji 6.615-6.666, sekaligus menguji area gap yang terbentuk beberapa waktu lalu,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.476,6.373 dan level resistance 6.635,6.705 pada perdagangan Rabu pekan ini.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 6.440-6.635. “Potensi koreksi terbuka, hati-hati dan cermati,” demikian seperti dikutip dari riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Herditya memilih saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Essa Industri Indonesia Tbk (ESSA), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).

Rekomendasi Teknikal

1.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Buy on Weakness

Saham ANTM terkoreksi 0,65% ke 3.080 dan masih didominasi oleh tekanan jual, pergerakannya pun berada di bawah MA20. “Kami memperkirakan, posisi ANTM sedang berada pada bagian dari wave (b) dari wave [y],” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 2.920-3.010

Target Price: 3.200, 3.380

Stoploss: below 2.870

 

2.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Buy on Weakness

Saham BBCA menguat 1,93% ke 6.600 dan masih didominasi oleh volume pembelian meskipun mengecil, penguatannya pun mampu berada di atas MA20. “Kami perkirakan, posisi BBCA sedang berada pada bagian awal dari wave (iii),” kata dia.

Buy on Weakness: 6.500-6.550

Target Price: 6.725, 6.850

Stoploss: below 6.425

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Essa Industri Indonesia Tbk (ESSA) - Buy on Weakness

Saham ESSA menguat 6,92% ke 695 dan masih didominasi oleh volume pembelian yang meningkat, penguatan ESSA pun mampu break dari MA200. “Kami perkirakan, posisi ESSA saat ini berada di wave [iii] dari wave C,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 665-680

Target Price: 730, 770

Stoploss: below 650

 

4.PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) - Trading Buy

Saham HRTA menguat 1,36% ke 2.240 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Selama HRTA masih mampu berada di atas 2,190 sebagai stoplossnya, posisi HRTA saat ini diperkirakan berada pada bagian awal dari wave (v) dari wave [c],” kata dia.

Trading Buy: 2.210-2.240

Target Price: 2.350, 2.540

Stoploss: below 2.190

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG 1 September 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan hingga hampir menyentuh 6.600 pada perdagangan saham Selasa, (1/9/2026). IHSG hari ini menguat di tengah mayoritas sektor saham yang menghijau dan rilis data ekonomi Indonesia antara lain inflasi Agustus 2026 dan neraca dagang.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 1,14% menjadi 6.599,94. Indeks saham LQ45 menanjak 1,64% ke posisi 654,41. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Senior Technical Analyst, Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, pasar menyambut positif publikasi data indikator ekonomi domestik terkini. "Termasuk rilis data inflasi yang terjaga, PMI Manufaktur, serta surplus neraca perdagangan Indonesia yang terus mempertegas solidnya fundamental ekonomi nasional,” ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

Pada Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.608,18 dan level terendah 6.535,79. Sebanyak 407 saham menguat sehingga angkat IHSG. 215 saham melemah dan 169 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.653.933 kali dengan volume perdagangan saham 52,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,4 triliun. Sementara itu, posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di kisaran 17.735.

 

Sektor Saham

Dari 11 sektor saham, dua sektor saham melemah yakni sektor saham basic dan sektor saham infrastruktur. Sektor saham basic turun 0,56% dan sektor saham infrastruktur melemah 0,12%.

Di sisi lain, sektor saham industri melonjak 3,71%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham teknologi melonjak 2,9% dan sektor saham energi melambung 2,39%.

Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,28%, sektor saham siklikal melambung 0,89%, sektor saham kesehatan bertambah 1,38%. Lalu sektor saham keuangan menguat 1,48%, sektor saham properti terbang 0,46% dan sektor saham transportasi menanjak 0,92%.