Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan hingga menyentuh posisi 6.400 pada perdagangan saham 3-7 Agustus 2026. Analis menilai, pergerakan IHSG didorong sentimen internal seperti rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II 2026 yang tumbuh 5,29% Year on Year (YoY) tetapi cenderung melambat.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (8/8/2026), IHSG melambung 2,78% sehingga ditutup ke 6.409,65 dari penutupan sebelumnya di 6.236,12.
Kenaikan IHSG sepekan juga diikuti kapitalisasi pasar. Kapitalisasi pasar melambung 2,64% menjadi Rp 11.212 triliun dari pekan lalu Rp 10.923 triliun.
Advertisement
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG sepekan naik 2,78% dan disertai dengan ada peningkatan volume pembelian. Namun, pada 6 Agustus 2026 masih terdapat aliran dana keluar Rp 457 miliar di pasar regular. Sedangkan dari sisi sentimen yang mempengaruhi IHSG, Herditya mengatakan, pertama, rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II 2026 tumbuh 5,29 YoY yang cenderung melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Selain itu, inflasi Juli 2026 sebesar 2,88% yang cenderung melandai.
Kedua, nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan berada di level 17.800-an. “Ketiga rilis data pekerjaan Amerika Serikat yang cenderung melandai serta Non-Farm Payrolls (NFP),” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Keempat, menguatnya harga komoditas dunia seperti emas akibat ketidakpastian geopolitik Timur Tengah.
Selain itu, rata-rata volume transaksi harian BEI mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 32,98% menjadi 39,95 miliar saham dari 30,04 miliar saham pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 27,62% menjadi 2,32 juta kali transaksi dari 1,82 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian turun 0,38% menjadi Rp 15,38 triliun dari Rp 15,44 triliun pada pekan lalu.
Investor asing melakukan aksi beli saham Rp 695,17 miliar selama sepekan. Pada pekan lalu, investor asing membeli saham Rp 7,1 triliun.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Kinerja IHSG Pekan Lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487883/original/066756000_1769682062-6.jpg)
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan saham 27-31 Juli 2026. Kenaikan IHSG sepekan didorong sejumlah faktor internal dan eksternal termasuk the Federal Reserve (the Fed).
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (2/8/2026), IHSG naik 0,64% ke level 6.236,12 dari pekan lalu di posisi 6.196,43. Kapitalisasi pasar BEI juga bertambah 0,48% menjadi Rp 10.923 triliun dari Rp 10.870 triliun pada pekan lalu.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG naik 0,64% selama sepekan. Dari sisi sentimen, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi IHSG. Pertama, bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve (the Fed) masih mempertahankan suku bunga di 3,5%-3,75% pada Federal Open Market Committee (FOMC), meskipun ada beberapa pernyataan yang cenderung hawkish.
Kedua, rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang lebih rendah dibandingkan dengan harapan serta inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) AS yang melandai. Ketiga, investor masih mencermati akan kondisi geopolitik Timur Tengah yang cenderung mereda, sehingga mendorong penurunan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi global.
“Keempat musim rilis laporan keuangan emiten kuartal kedua 2026,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Kelima, Herditya menuturkan, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS secara mundurnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian terpangkas 21,86% menjadi Rp 15,44 triliun dari Rp 19,76 triliun pada pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian BEI juga merosot 31,23% menjadi 30,04 miliar saham dari 43,68 miliar saham pekan lalu.
Tak hanya itu, rata-rata frekuensi transaksi harian juga melemah 31,88% menjadi 1,82 juta kali transaksi dari 2,,67 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Selama sepekan, aksi beli investor asing mencapai Rp 7,10 triliun. Kondisi ini berbeda dari pekan lalu yang tercatat aksi jual Rp 3,37 triliun.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2935917/original/056992200_1570705752-20191010-IHSG-3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893147/original/054077900_1641196874-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4585820/original/007305100_1695442703-Akhir_pekan_IHSG_ditutup_menguat-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4585820/original/007305100_1695442703-Akhir_pekan_IHSG_ditutup_menguat-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3566690/original/055374600_1631185686-20210909-PPKM-IHSG-5.jpg)